Menteri Darmin Sebut Pergerakan Rupiah Belum Mengkhawatirkan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 "Akselerasi Perdagangan di Era Ekonomi Digital" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal.

    "Sebetulnya ada asal mula dari luar sehingga jangan terlalu khawatir," kata Darmin di Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

    Darmin mengatakan fundamental ekonomi saat ini masih dalam keadaan baik, sehingga penyebab pergerakan rupiah belum mengkhawatirkan. Apalagi IHSG masih dalam keadaan stabil.

    "Kalau masih sebentar, kurs baik, IHSG masih baik, itu belum konsisten dia (rupiah) memburuk," katanya.

    Baca juga: Gubernur BI Prediksi Kurs Rupiah Melemah hingga 22 Maret karena..

    Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, 14 Maret 2018, bergerak menguat empat poin menjadi Rp 13.731 dibanding posisi sebelumnya Rp 13.735 per dolar Amerika.

    Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan optimisme pemerintah terhadap perekonomian Indonesia yang masih akan terus tumbuh secara berkelanjutan memberi harapan positif pada pelaku pasar di dalam negeri.

    "Pernyataan Bank Indonesia dan Kemenkeu (Kementerian Keuangan) terhadap optimisme kian membaiknya ekonomi Indonesia memberikan imbas positif pada bertahannya rupiah di area penguatan," kata Reza.

    Ia menambahkan, Bank Indonesia juga akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sesuai dengan fundamental.

    Meski demikian, pergerakan rupiah masih terdampak potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika, The Fed, serta efek dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengeluarkan aturan terkait dengan tarif impor untuk baja dan aluminium. "Meski belum terjadi, memberi sentimen positif bagi dolar Amerika," ucap Reza.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.