IHSG Bakal Cenderung Melemah Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung melemah. Menurut dia, IHSG hari ini akan berada di kisaran support 6.382-6.398 dan resisten 6.430-6.442. "Kecuali pelaku pasar kembali memanfaatkan pelemahan yang ada untuk kembali masuk," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Maret 2018.

    Kemarin, IHSG ditutup melemah 87,84 poin atau 1,35 persen walau sempat menguat 67,36 poin atau 1,05 persen. Namun akhirnya pergerakan IHSG gagal bertahan di kisaran target area support 6.486-6.490.

    Baca: Sektor Tambang dan Finansial Sukses Pertahankan Rebound IHSG

    Reza mengatakan pelaku pasar sempat memanfaatkan kenaikan IHSG untuk kembali melakukan aksi jualnya. Namun harapan untuk tidak dilakukan aksi profit taking, menurut Reza, tidak terjadi sehingga IHSG pun berbalik melemah. "Pergerakan bursa saham AS yang melemah turut dimanfaatkan untuk terjadinya aksi jual," ucapnya.

    Bahkan, menurut Reza, pendapat dari Kementerian Keuangan ihwal insentif pajak Indonesia serta kembali terapresiasinya rupiah tidak cukup kuat mempertahankan IHSG di zona hijau. Sejak awal Maret, IHSG enam kali berada di zona merah.

    Analis Binaartha Securitas, Nafan Aji, mengatakan, secara domestik, sentimen tersebut masih minim. Menurut dia, pergerakan nilai tukar rupiah cenderung stabil. "Secara eksternal, adanya ekspektasi dari para pelaku pasar global terhadap rendahnya tingkat inflasi di AS menyebabkan posisi IHSG terkoreksi wajar," tuturnya.

    Menurut Nafan, meskipun tingkat inflasi Amerika Serikat masih rendah, data penjualan retail di negara tersebut diproyeksikan akan mengalami kenaikan. "Saya yakin bulan ini Gubernur The Fed Jerome Powell akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya," katanya. Data Amerika tersebut yang bakal ikut mempengaruhi pergerakan IHSG.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.