Rabu, 25 April 2018

Uang Nasabah BRI Raib, YLKI: Bukti Lemahnya Sistem IT Perbankan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Skimming Kartu Kredit. naplesnews.com

    Ilustrasi Skimming Kartu Kredit. naplesnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyatakan sistem teknologi informasi (IT) perbankan Indonesia masih lemah, sehingga mudah dibobol. Hal tersebut diungkapkannya menyusul kasus hilangnya uang sejumlah nasabah di rekening Bank Rakyat Indonesia atau BRI di Kediri baru-baru ini.

    "Kasus-kasus seperti ini membuktikan sistem IT perbankan kita lemah. Ini sangat membahayakan perbankan kita dan perlindungan nasabahnya," ujar Tulus saat dihubungi Tempo, Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca: Duit TKI Malaysia Rp 39,5 Juta di BRI Raib 

    Tulus mengaku, sebelum kasus dana raib di BRI Kediri ini pun, YLKI sudah sering menerima pengaduan masyarakat terkait dengan kasus serupa. "Sudah sering (mendapat pengaduan masyarakat)," ucapnya. Untuk mengantisipasi agar kejadian seperti itu tidak terjadi lagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seharusnya mengaudit sistem IT perbankan agar tidak mudah dibobol.

    Sebelumnya, puluhan nasabah BRI Unit Ngadiluwih, Kediri, ramai-ramai memblokir rekening masing-masing. Belasan nasabah melaporkan berkurangnya uang di rekening masing-masing meski tak melakukan penarikan. Hal itu diketahui saat hendak melakukan transaksi di mesin ATM dan mendapati uangnya telah berkurang. Rata-rata uang nasabah itu berkurang mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Total, ada 30 nasabah yang menjadi korban praktik skimming tersebut.

    Namun Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menuturkan keamanan BRI sudah baik. Dari sepengetahuannya, BRI sudah melakukan penyuluhan keamanan perbankan kepada para nasabahnya sesuai dengan prosedur yang diminta OJK. Jika kebobolan seperti itu terjadi, harus dilihat dari segi proteksi pin kartu ATM nasabah itu sendiri. “Kadang ada nasabah yang sembarangan sama PIN-nya,” kata Heru kepada Tempo, Selasa, 13 Maret 2018.

    Pihak BRI kemudian menyatakan akan mengganti kehilangan itu dan menyerahkan pengusutan kasus ini ke kepolisian. Menurut Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Besar Irwan Anwar, dana nasabah yang hilang diduga karena adanya praktik skimming.

    Sampai saat ini, pihak BRI mengaku masih melakukan investigasi dan telah mengganti jumlah uang para nasabah yang habis dikuras pihak tak bertanggung jawab tersebut. BRI tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. 

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    10 Insiden Terparah Sebelum Tumpahan Minyak di Balikpapan 2018

    Berikut 10 insiden terparah sebelum 1,26 juta galon tumpahan minyak mencemari perairan Sepinggan hingga Margo Mulyo, Balikpapan pada 31 Maret 2018.