Duit Rp 39,5 Juta di BRI Raib, TKI: Bisa untuk Bangun Satu Rumah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjagaan bank dan gerai ATM di Bank BRI Kampus, Jember. TEMPO/Fully Syafi

    Penjagaan bank dan gerai ATM di Bank BRI Kampus, Jember. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Lukas, tenaga kerja Indonesia asal Blitar, Jawa Timur, yang bekerja di Malaysia, mengaku kehilangan uang tabungannya di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI. Ia mengalami kerugian sekitar Rp 39,5 juta.

    “Uang segitu kalau di tempat saya bisa untuk membuat satu rumah,” kata Lukas, 27 tahun, kepada Tempo melalui sambungan telepon, Rabu, 14 Maret 2018.

    Lukas mengaku, gara-gara pembobolan ini, ia sempat bersitegang dengan istrinya. Lukas berharap BRI mengganti kehilangan ini. “Itu semua hasil kerja saya selama dua tahun di luar negeri,” tulis Lukas di media sosial.

    Baca: Duit TKI Malaysia Rp 39,5 Juta di BRI Raib

    Lukas, yang bekerja di sebuah resort di Perak, Tanjung Malin, sejak dua tahun lalu, mengatakan pembobolan itu terjadi sekitar dua hari lalu. “Kronologinya, istri saya di Blitar mengambil uang di ATM. Saldo saat itu masih sekitar Rp 39,5 juta,” katanya.

    Sang istri kemudian pergi ke rumah orang tuanya di Trenggalek dan meninggalkan kartu ATM di rumah. Karena ramai pemberitaan soal pembobolan di BRI, ia meminta adiknya mengecek saldo di ATM, Selasa sore, 13 Maret 2018, dan ternyata tersisa sekitar Rp 300 ribu. Sebelumnya, PIN ATM hanya diketahui istri Lukas.

    Lukas mengatakan istrinya belum melaporkan kejadian ini ke Bank BRI Blitar. “Rencananya hari ini istri saya mau melapor ke BRI,” katanya.

    Kejadian uang di BRI yang raib itu, menurut Lukas, bukan yang pertama kali terjadi. “Sebelumnya kehilangan Rp 4 juta, lima atau enam bulan lalu,” katanya. Waktu itu sang istri ingin mencetak transaksi di buku tabungan, tapi tidak bisa karena tak bisa menunjukkan KTP karena hilang.

    Terkait dengan raibnya uang tabungan Lukas tersebut, BRI mengaku baru mendengar hari ini. "Kami investigasi segera hal ini," ujar Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo kepada Tempo.

    Heboh pembobolan rekening BRI bermula dari laporan puluhan nasabah di Kediri, Senin, 12 Maret 2018. Mereka rama-ramai memblokir rekeningnya karena kehilangan uang Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.

    BRI kemudian menyatakan akan mengganti kehilangan itu dan menyerahkan pengusutan kasus ini ke kepolisian. Menurut Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Komisaris Besar Irwan Anwar, dana nasabah yang hilang diduga karena adanya praktik skimming.

    Ihwal dugaan terjadinya insiden skimming di Kediri dan laporan masyarakat, BRI sedang melakukan investigasi internal, baik atas jumlah kerugian nasabah maupun sistem keamanan internal bank. "Kami juga telah melaporkan hal ini kepada pihak berwajib," kata Indra.

    BRI akan bertanggung jawab penuh terhadap kerugian yang dialami nasabahnya apabila hasil investigasi menunjukkan bahwa terbukti skimming. BRI juga telah mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi hal serupa terjadi dengan berbagai langkah, terutama dalam rangka mengamankan uang nasabah, baik dari sisi teknologi maupun kebijakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.