Senin, 17 Desember 2018

Dana Nasabah Raib, BRI Targetkan Masalah Selesai dalam 14 Hari

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di depan penukaran uang atau money changer Bank BRI di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang berbatasan dengan Papua Nugini, di Jayapura, Papua, 14 November 2017. Halaman depan Indonesia di ujung timur ini dipercantik pada pertengahan tahun ini.  TEMPO/ Nita Dian

    Warga melintas di depan penukaran uang atau money changer Bank BRI di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang berbatasan dengan Papua Nugini, di Jayapura, Papua, 14 November 2017. Halaman depan Indonesia di ujung timur ini dipercantik pada pertengahan tahun ini. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten Manager Operasional Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia atau BRI Kediri Sumarsono menyebutkan setiap pengaduan nasabah akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh BRI. Meski menurut OJK ketentuan penyelesaian trouble ticket atau Complaint Handling System (CHS) maksimal selama 20 hari, namun BRI akan mempercepat hingga maksimal 14 hari.

    “Ini untuk menghindari kepanikan nasabah,” kata Sumarsono, Selasa, 13 Maret 2018. 

    Pernyataan Sumarsono menanggapi puluhan nasabah BRI Unit Ngadiluwih, Kediri, yang kemarin ramai-ramai memblokir rekening mereka. Belasan nasabah melaporkan berkurangnya uang di rekening mereka meski tak melakukan penarikan.

    Baca: Duit Nasabah Raib, OJK Minta BRI Audit Internal dalam 2 Minggu

    Lebih lanjut Sumarsono meminta para nasabah yang merasa kehilangan saldo untuk membuat pengaduan langsung ke kantor-kantor BRI terdekat untuk diterbitkan CHS tersebut. Posedur ini tak hanya menyelesaikan selisih saldo akibat kejahatan perbankan, tetapi semua potensi kesalahan sistem yang berakibat berkurangnya jumlah saldo nasabah.

    Adapun proses pengembalian ini, menurut Sumarsono, sudah mulai dilakukan sejak pekan kemarin. Namun seiring makin viralnya berita tentang pembobolan ini, jumlah nasabah yang mengadu terus bertambah. Rata-rata mereka meminta penggantian kartu ATM hingga pemblokiran kepada petugas bank.

    Seluruh komplain tersebut akan ditangani oleh tim dari BRI pusat yang memiliki mekanisme verifikasi data nasabah. Sistem itu pula yang akan mengetahui apakah nasabah yang bersangkutan benar-benar menjadi korban pembobolan atau hanya mengaku-ngaku saja. “Dari sistem itu akan terlihat mana transaksi hasil kejahatan atau bukan,” kata Sumarsono.

    Kehilangan saldo nasabah itu rata-rata diketahui saat nasabah hendak melakukan transaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan mendapati uang mereka telah berkurang. Rata-rata uang mereka berkurang mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Total ada 30 nasabah yang sempat menjadi korban praktik skimming tersebut.

    BRI menyatakan telah mengganti kartu ATM 30 nasabah itu. BRI juga telah mengganti jumlah uang para nasabah yang habis dikuras oleh pihak tak bertanggung jawab tersebut.

    Saat ini, BRI tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. “Pelaku belum ketahuan, masih diselidiki,” kata Corporate Secretary BRI Bambang Tribaroto ketika dihubungi Tempo, Senin, 12 Maret 2018. 

    ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".