Lebaran 2018, PT KAI Jamin Pemesanan Tiket Online Lancar

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang memesan tiket di mesin pemesanan tiket kereta api menjelang libur Natal dan tahun baru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 20 Desember 2017.  Tempo/Tony Hartawan

    Calon penumpang memesan tiket di mesin pemesanan tiket kereta api menjelang libur Natal dan tahun baru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 20 Desember 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menjamin pemesanan tiket kereta api secara online melalui Internet pada masa angkutan Lebaran 2018 tidak akan terganggu.

    Wakil Direktur Perusahaan Pemesanan dan Penjualan Transportasi Penumpang PT KAI Mukti Jauhari mengatakan pihaknya telah memperbesar kapasitas bandwidth dari 150 megabyte (MB) menjadi 400 MB untuk kelancaran akses pemesanan tiket.

    "Antisipasi kepadatan, kami sudah buat bandwith naik menjadi 400 MB," ucapnya dalam konferensi pers angkutan Lebaran 2018 di Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca juga: Lebaran 2018, PT KAI Operasikan 20 KA Tambahan di Pulau Jawa

    Mukti berujar, sejak 2015, PT KAI telah mengganti mesin untuk sistem pembelian tiket melalui Internet dengan mesin yang baru, sehingga kejadian sistem down pada 2014 diharapkan tidak akan terulang.

    Menurut dia, soal kapasitas sudah tidak ada masalah. Namun, tutur dia, adanya lonjakan pengaksesan dalam satu waktu membuat tiket sulit didapatkan.

    Mukti mengatakan PT KAI melayani pemesanan tiket selama 24 jam melalui aplikasi, Internet, pusat informasi 121, minimarket, dan lainnya.

    Di samping itu, loket reservasi stasiun melayani pemesanan pada pukul 09.00-19.00 WIB. Sedangkan pemesanan tiket melalui mesin penjualan (vending machine) E-Kiosk dilayani dari pukul 05.00 sampai 22.00 WIB.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.