Minggu, 16 Desember 2018

Duit Nasabah Raib, OJK Minta BRI Audit Internal dalam 2 Minggu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Ngadiluwih Kediri saat sejumlah nasabah melapor kehilangan uang di rekening, dan memblokir rekening mereka, Senin, 12 Maret 2018. Tempo/Hari Tri Wasono

    Polisi berjaga di kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Ngadiluwih Kediri saat sejumlah nasabah melapor kehilangan uang di rekening, dan memblokir rekening mereka, Senin, 12 Maret 2018. Tempo/Hari Tri Wasono

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunggu hasil audit internal yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia atau BRI terkait dengan hilangnya uang sejumlah nasabah di rekening masing-masing. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, jika terbukti kesalahan ada pada BRI, otoritasnya akan meminta untuk mengganti uang para nasabah tersebut.

    “Kami lihat dulu, salahnya ada di mana. Bisa saja nasabah kadang teledor, membagi PIN-nya. Kalau itu kelalaian bank, kami akan suruh bayar,” kata Heru kepada Tempo, Selasa, 13 Maret 2018.

    Baca: Belajar dari Kasus BRI, Ini Tips Terhindar dari Skimming Kartu

    Heru berujar, OJK akan memberi waktu selama dua minggu untuk BRI melakukan audit internal atas kasus tersebut. Menurut dia, OJK tidak sembarangan memberikan izin ke bank jika keamanannya tidak terjamin. “Setiap bank kami lihat sistemnya secara periodik,” ujarnya.

    Menurut Heru, keamanan BRI sudah baik. Dari sepengetahuannya, BRI sudah melakukan penyuluhan keamanan perbankan kepada para nasabahnya sesuai dengan prosedur yang diminta OJK. Jika kebobolan seperti itu terjadi, harus dilihat dari segi proteksi pin kartu anjungan tunai mandiri (ATM) nasabah itu sendiri. “Kadang ada nasabah yang sembarangan sama PIN-nya,” tuturnya.

    Sebelumnya, puluhan nasabah BRI Unit Ngadiluwih, Kediri, ramai-ramai memblokir rekening masing-masing. Belasan nasabah melaporkan berkurangnya uang di rekening masing-masing meski tak melakukan penarikan. Hal itu diketahui saat hendak melakukan transaksi di mesin ATM dan mendapati uangnya telah berkurang. Rata-rata uang nasabah itu berkurang mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Total, ada 30 nasabah yang sempat menjadi korban praktik skimming tersebut.

    Corporate Secretary BRI Bambang Tribaroto ketika dihubungi Tempo pada Senin, 12 Maret 2018, menyatakan telah mengganti kartu ATM 30 nasabah itu. BRI juga telah mengganti jumlah uang para nasabah yang habis dikuras pihak tak bertanggung jawab tersebut.

    Saat ini, BRI tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. “Pelaku belum ketahuan, masih diselidiki,” kata Bambang.

    Bambang juga belum mendetailkan jumlah uang yang hilang akibat dicuri oknum tersebut. Sebab, hingga kini, BRI Unit Ngadiluwih belum melaporkan total jumlah uang nasabah yang hilang itu. “Totalnya kami belum dapat info dari cabang di Kediri,” ucap Bambang.

    ZARA AMELIA | HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".