Selasa, 26 Juni 2018

Belajar dari Kasus BRI, Ini Tips Terhindar dari Skimming Kartu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus hilangnya dana puluhan nasabah BRI di Kecamatan Ngadiluwih, Kediri, secara misterius menyita perhatian publik belakangan ini. Dari penyelidikan sementara, diduga para nasabah merupakan korban pencurian dengan metode skimming.

    Kepala Unit Cyber Crime Polda Bali Kompol I Wayan Wisnawa menyebutkan kejahatan skimming  dengan menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik pada kartu kredit dan debit maupun ATM secara ilegal terbukti merugikan nasabah. Untuk mencegah makin banyaknya korban skimming itu, ia membagikan tips aman bagi nasabah atau pemilik kartu tersebut.

    Baca: Dana Nasabah Hilang, BRI Duga Ulah Sindikat Internasional

    Setidaknya, kata Wisnawa, ada lima tips yang bisa dipakai oleh nasabah bank. Pertama, hati-hati menekan nomor rahasia (PIN) karena kadang pelaku memasang kamera tersembunyi untuk mengetahui password korban. 

    Kedua, hindari menggunakan ATM di daerah redup atau sepi karena pelaku mudah memasang alat skimming di tempat pengawasan yang lemah. Ketiga, periksa saldo rekening secara teratur, apabila ada penarikan uang yang aneh segera laporkan ke pihak bank. 

    Keempat, jangan terlalu sering mengakses akun bank Anda, karena jika terlalu sering akan semakin rentan dibobol. Kelima, daftarkan setiap transaksi menggunakan dua jenis otentikasi di bank Anda.

    Khusus di Bali, kata Wisnawa, Ditreskrimsus Polda Bali akan membentuk satgas antikejahatan cyber untuk menekan aksi kejahatan perbankan khususnya skimming. Satgas ini akan beranggotakan tim cyber Polda Bali, vendor masing-masing ATM, serta Bank Indonesia.

    Pembentukan satgas dilakukan karena sebagai daerah wisata, Bali merupakan salah satu sasaran pelaku aksi kejahatan tersebut. “Bali adalah daerah wisata, sehingga merupakan sasaran empuk dari pelaku kejahatan skimming. Dimohon masyarakat semakiin berhati-hati dalam melakukan transaksi di ATM,” kata Wisnawa, Ahad, 11 Maret 2018.

    Wisnawa berharap terbentuknya satgas ini bisa mencegah aksi skimming bahkan mengurangi aksi yang sering merugikan nasabah tersebut. Sasarannya, sering terjadi di daerah wisata yang banyak wisatawan asing seperti Bali, NTB dan DKI Jakarta.

    Tim cyber Polda Bali dalam setahun ini sudah berhasil membongkar 2 kasus yang terjadi di Sukawati dan Singaraja. “Karena sasaran sejati dari kejahatan ini adalah saldo orang asing yang nilai kursnya tinggi,” tuturnya. Meskipun pola kejahatan skimming di daerah wisata dan BRI di Kediri kemarin agak berbeda, nasabah tetap diminta lebih waspada dalam melakukan kegiatan perbankannya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.