Menhub: Ganjil Genap Tol Jakarta-Cikampek Bisa untuk Tol Jagorawi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rambu peringatan pelat kendaraan dipasang di depan GT Bekasi Barat. Senin, 12 Maret 2018. Tempo/Adi warsono

    Rambu peringatan pelat kendaraan dipasang di depan GT Bekasi Barat. Senin, 12 Maret 2018. Tempo/Adi warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan sistem ganjil genap yang diberlakukan di gerbang Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai hari ini, Senin, 12 Maret 2018, kemungkinan bisa diterapkan juga di kawasan lain.

    Berdasarkan masukan dari masyarakat, warga Bogor dan Depok juga ingin kebijakan serupa diterapkan. "Kita terima 90 persen respon positif dari masyarakat. Kita ingin apa yang telah dilakukan sehingga masyarakat sadar dalam bertransportasi massal," katanya di Bekasi, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca juga: Ganjil Genap Tol Cikampek, Menhub Minta Maaf pada Warga Bekasi 

    Menhub menerangkan, Tol Jakarta-Cikampek menjadi proyek percontohan kebijakan pengurangan kendaraan di jalan tol karena jumlahnya sudah mencapai batas yang tidak bisa ditoleransi.

    Dia juga menjelaskan penerapan kebijakan ini sudah melalui diskusi panjang selama tujuh bulan terakhir. Solusi jangka panjang yang sudah dipikirkan pemerintah mengatasi ini adalah dengan membangun transportasi massal seperti MRT dan LRT.

    Menhub menambahkan, pemerintah tetap terbuka pada saran masyarakat seperti kemudahan mereka saat pulang nanti, karena kebijakan ganjil genap ini hanya berlaku dari jam 06.00-09.00 WIB, dan juga publik yang merasakan langsung kebijakan ini. "Apa mungkin (rute bus Transjabodetabek Premium ke) Senayan ini salah. Siapa tahu masyarakat inginnya ke Sudirman," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.