Bisnis Kuliner Paling Dilirik di Pameran Franchise, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana hari kedua pameran Info Franchise dan Business Concept 2018 (IFBC) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, 10 Maret 2018. TEMPO/Zara Amelia

    Suasana hari kedua pameran Info Franchise dan Business Concept 2018 (IFBC) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, 10 Maret 2018. TEMPO/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis kuliner menjadi bisnis paling banyak dilirik pelaku usaha dalam acara Pameran Franchise Kartika Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada 9-11 Maret 2018. Bisnis kuliner kekinian dan berbasis daring paling banyak diminati pelaku usaha.

    Warjak atau Warungnya Jakarta misalnya. Bisnis franchise sejenis katering berbasis daring ini sukses menarik perhatian pelaku usaha. Dengan modal Rp 5,5 juta, bisnis ini menawarkan merek dagang Warjak berikut dengan satu lemari etalase ukuran 120 x 50, meja makan, bangku makan, satu paket piring anyaman, sendok, kertas bungkus, dan perlengkapan lain serta makanan dengan berbagai menu ala warteg.

    Baca: Perang Saudara Anak Jokowi, Kaesang Pangarep: Mau Saingi Markobar

    "Jadi, dengan Warjak ini, pembeli bisa pick up makanan pada titik pick up yang tersedia atau bisa diambil dengan GoSend. Pelaku usaha bisa berjualan di rumah ataupun online," kata Marketing Manager Warjak Andi Djoe kepada Tempo, Minggu, 11 Maret 2018.

    Salah satu peminat usaha Warjak yang ditemui Tempo di lokasi, Fitri, mengatakan dana investasi awal untuk usaha ini cukup terjangkau bagi dia yang baru akan memulai usaha. Dia pun menilai, peluang usaha ini cukup menjanjikan di kota metropolitan seperti Kota Jakarta. "Orang-orang biasanya sibuk, tidak sempat memasak. Bisnis katering dengan harga yang murah dan menu beragam ini sepertinya punya peluang bagus," ujar Fitri saat ditemui di lokasi yang sama.

    Pengunjung lainnya, Dinda, juga mengatakan hal serupa. Menurut Dinda, bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang minim risiko bagi pelaku usaha pemula. "Bisnis kuliner ini tidak ada matinya karena setiap hati orang pasti makan. Berbeda dengan baju, atau lainnya karena tidak setiap hari orang beli baju kan?" kata Dinda.

    Selain Warjak, ada pula usaha kuliner dengan modal di bawah Rp 5 juta, seperti Bakso Benhil. Dengan modal Rp 4 juta, pelaku usaha sudah bisa mempunyai usaha Bakso Benhil. Berbagai usaha yang ditawarkan dalam pameran franchise ini memberikan banyak diskon khusus bagi para pelaku usaha.

    Pameran franchise atau waralaba tahunan bertajuk Info Franchise dan Business Concept (IFBC) 2018 ini, diselenggarakan oleh Neo Organizer bekerja sama dengan majalah Franchise Indonesia dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI). Hari ini merupakan hari terakhir pameran yang dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

    Menurut Public Relation Neo Organizer Fredy Ferdianto, pameran tahun ini jumlah pengunjung lebih banyak daripada tahun sebelumnya. "Hari pertama saja sudah sekitar 2.000 pengunjung. Tapi untuk total pengunjung sampai saat ini, belum kita totalkan," kata Fredy.

    Dia pun optimistis pameran tahun ini yang juga didukung oleh Kementerian Perdagangan ini akan mencapai target transaksi Rp 500 miliar.

    Baca berita lainnya tentang franchise di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.