Gibran Soal Konsultasi Bisnis ke Jokowi: Ngapain, Nambahin Pusing

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep (kanan) dan Gibran Rakabuming saat  demo masak

    Kaesang Pangarep (kanan) dan Gibran Rakabuming saat demo masak "Sang Pisang vs MARKOBAR di Jakarta, 11 Maret 2018. Bisnis 'Sang Pisang' nugget milik Kaesang Pangarep diresmikan awal Desember 2017 dengan empat gerai khusus di Jakarta. Sementara Markobar telah berekspansi ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep mengatakan jika darah pebisnis keduanya memang turunan dari sang ayah. Namun, kakak beradik itu mengaku, dalam berbisnis, Jokowi tak pernah campur tangan ikut mengurusi.

    Bahkan, untuk sekedar berkonsultasi pun tidak. "Presiden urusannya banyak, bukan martabak dan pisang. Ngapain konsultasi ke bapak, nambahin pusing saja nanti," kata Gibran dengan logat Jawa-nya yang kental saat ditemui di gerai Markobar cabang Cikini, Jakarta Pusat pada Ahad, 11 Maret 2018.

    Baca juga: Ingin Jadi Mitra Gibran Rakabuming di Markobar? Siapkan 300 Jeti untuk Franchise

    Seperti diketahui, Jokowi memang terkenal sebagai pengusaha mebel yang sukses. Dia terbilang sudah 27 tahun menggeluti usaha mebel dan memiliki pasar yang cukup luas. Namun, alih-alih meneruskan usaha Jokowi, kedua putranya malah membuka usaha sendiri dengan jenis yang berbeda.

    Katering dan martabak menjadi pilihan bisnis putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming. Dia merintis perusahaan katering yang berlabel Chili Pari sejak 2010, dengan modal dari pinjaman bank. Kemudian pada 2015, Gibran mulai mengembangkan bisnis kuliner lainnya, Martabak Kota Baru alias Markobar, yang saat ini memiliki hampir 30 cabang yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

    Sementara putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, juga memiliki beberapa bisnis seperti pakaian, usaha kuliner dan aplikasi. Untuk usaha kuliner bermerek Sang Pisang, pria berusia 23 tahun itu sudah memiliki lima gerai khusus di wilayah Jakarta. Selain pisang, Kaesang juga mengaku sedang menyiapkan menu baru bisnis kulinernya. "Tunggu saja, bulan depan datang ke sini lagi," kata Kaesang.

    Tak berhenti di sana, kini bisnis kuliner keduanya, Markobar dan Sang Pisang mulai merambah bisnis franchise atau waralaba. "Setelah tiga tahun berdiri, akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan Markobar bisnis waralaba,"  kata Gibran di lokasi yang sama. 

    Menurut Gibran, bisnis franchise akan membuka peluang bagi mitra usaha lainnya untuk ikut berkembang dan membangun relasi bisnis yang lebih luas.

    Bisnis franchise memang tengah dilirik masyarakat. Sejak awal menjabat, Presiden Joko Widodo atau Jokowi lebih dulu mendorong pengusaha lokal tidak ragu mengambil usaha waralaba.

    Menurut Jokowi, pengusaha lokal bisa naik kelas dengan cepat lewat usaha waralaba karena usaha waralaba umumnya sudah memiliki standar kualitas dan operasi yang optimal. Misalnya, untuk waralaba makanan, mulai kompor, kulkas, hingga cara memasak pun sudah diberi standar. Dengan begitu, usaha bisa mulai dengan cepat, ongkos juga lebih murah.

    "Jadi, daripada bikin standar sendiri, sudah ada standar yang kelasnya nasional dan internasional," ujar Jokowi, di acara Indonesia Franchise and SME Expo di Jakarta Convention Center, Jumat, 25 November 2016 lalu.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.