Bisnis Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Saling Tempel

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat melakukan demo masak di gerai Sang Pisang Kaesang Pangarep yang kini menempel dengan toko Markobar milik Gibran Rakabuming di Markobar cabang Cikini, Jakarta Pusat mulai hari ini, Ahad, 11 Maret 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Dua putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat melakukan demo masak di gerai Sang Pisang Kaesang Pangarep yang kini menempel dengan toko Markobar milik Gibran Rakabuming di Markobar cabang Cikini, Jakarta Pusat mulai hari ini, Ahad, 11 Maret 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis kuliner dua putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming, yakni Sang Pisang dan Markobar, akan merambah bisnis waralaba atau franchise mulai hari ini, Minggu, 11 Maret 2018.

    "Mulai hari ini, bisnis kami sudah buka franchise," kata Gibran di salah satu cabang Markobar di Cikini, Jakarta Pusat. Ada tiga konsep yang akan ditawarkan dengan harga beragam, yakni kontainer, island, dan kafe.

    Baca: Dua Waralaba Ini Paling Diminati di Pameran Franchise

    Bisnis Sang Pisang nugget milik Kaesang, putra bungsu Jokowi, memasuki bulan ketiga sejak diresmikan pada awal Desember 2017 lalu. Saat ini, Sang Pisang telah memiliki empat gerai khusus di wilayah Jakarta.

    Adapun Gibran telah lebih dulu memulai ekspansi bisnis Martabak Kota Barat 1996 “Markobar" di Kota Makassar. Hari ini, keduanya melakukan duel kuliner produk terbaru. Markobar mengeluarkan produk rasa baru martabak manis Stick Pocky, sementara Sang Pisang mengeluarkan rasa baru Choco Nut atau cokelat kacang.

    Keduanya meluncurkan produk baru di toko Markobar cabang Cikini. "Mulai hari ini, Sang Pisang dan Markobar akan ada di sini," ujar Gibran.

    Jadi Sang Pisang akan menempel dengan Markobar cabang Cikini mulai hari ini. Selanjutnya, Kaesang berencana menempel bisnisnya dengan cabang Markobar lain. "Nanti tergantung kesediaan tempat. Kalau memungkinkan, saya tempel," kata Kaesang Pangarep di lokasi yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.