Pemilik Grab Jadi Orang Terkaya di Malaysia, Hartanya Rp 82,8 T

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara GrabBike mengendarai sepeda motornya di Jakarta, Indonesia, 24 Juli 2017. Perusahaan Softbank Jepang dan perusahaan papan atas China Didi Chuxing menuangkan 2 miliar dolar AS ke aplikasi transportasi se-Asia Tenggara . AP/Tatan Syuflana

    Pengendara GrabBike mengendarai sepeda motornya di Jakarta, Indonesia, 24 Juli 2017. Perusahaan Softbank Jepang dan perusahaan papan atas China Didi Chuxing menuangkan 2 miliar dolar AS ke aplikasi transportasi se-Asia Tenggara . AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Utama Grab Anthony Tan menjadi salah satu orang terkaya di Malaysia versi Majalah Forbes. Harta kekayaannya ditaksir mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 82,8 triliun.

    Kekayaan tersebut dia dapatkan dari usaha taksi online yang dia geluti sejak beberapa tahun belakangan. Dikutip dari Forbes.com, Tan memulai bisnisnya dengan teman kuliahnya di Harvard Bussiness School, Amerika Serikat. Tan bersama kawannya membuat aplikasi taksi online pertama di malaysia dengan nama MyTeksi.

    Baca: Pengemudi Ojek Online Lakukan Pengeroyokan, Begini Tanggapan Grab

    Sebelumnnya pria berusia 36 tahun ini menjalani usaha penjualan mobil milik keluarganya. Perusahaan tersebut diprakarsai oleh ayah dan pamannya. Namun enam tahun yang lalu dia mencoba peruntungan baru dengan mencoba menggeluti usaha taksi online besama temannya.

    Saat ini Grab ada di beberapa negara di Asia Tenggara. Usaha yang meliputi taksi online, ojek online dan pengantaran barang menyebabkan naiknya investasi di bidang riset software. Grab melayani transportasi online di 168 kota di beberapa negara di Asia Tenggara dan baru ekspansi ke Kamboja dan Myanmar pada 2017 lalu.

    Baca: Grab Bangun Lounge Pertama di Indonesia, Simak Fasilitasnya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.