KPPU Prediksi Harga Beras Turun Menjelang Puasa

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek efektivitas kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Sidak tersebut guna memastikan stok beras di akhir tahun. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek efektivitas kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Sidak tersebut guna memastikan stok beras di akhir tahun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf memprediksi harga beras kembali normal menjelang bulan puasa pada Mei mendatang. Menurut Syarkawi, turunnya harga beras antara lain karena naiknya stok secara nasional.

    “Semakin banyak stok, semakin mempengaruhi harga beras di pasar,” ujarnya dalam diskusi bersama Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia, Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia, serta Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia.

    Harga beras saat ini masih tergolong tinggi. Berdasarkan catatan Pasar Induk Beras Cipinang, harga beras medium varietas IR 64 II mencapai Rp 10.625 per kilogram pada 1 Maret 2018. Kendati mulai berangsur turun, harga ini belum menyentuh batas HET, yakni Rp 9.450 per kg, untuk wilayah Pulau Jawa, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan ketersediaan beras nasional termasuk beras yang akan diimpor. Saat ini, stok beras sudah mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia.

    Menurut Enggartiasto, tidak lama lagi, para petani akan memasuki panen raya. Dia berharap momentum panen raya dapat menekan harga beras di pasaran. 

    Baca juga: Bulog Optimistis Sisa Beras Impor Masuk Indonesia Sebelum Maret

    Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang sudah menyentuh angka 34 ribu ton per pukul 07.00 pagi ini. Sebelumnya, pada awal Februari lalu, stok beras di pasar induk tersebut hanya 20-23 ribu ton.

    Pemerintah telah memastikan simpanan beras nasional tidak akan menipis. Hal ini karena luasnya daerah yang akan panen raya, yakni sekitar 2,25 juta hektare lahan secara nasional. Sebanyak 7,44 juta ton beras diproyeksikan diproduksi pada puncak masa panen raya nanti.

    Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian Suwandi menyebutkan beras hasil panen raya dapat menambah stok Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) melebihi batas aman 1 juta ton.

    Saat ini, diketahui stok beras yang dimiliki Bulog masih berada di kisaran 778 ribu ton. Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan masih ada sekitar 100 ribu ton lebih beras impor yang dalam proses pembongkaran.

    ADAM PRIREZA | YOHANES PASKALIS | ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.