Selangkah Lagi, Indonesia Bisa Produksi Propelan Rudal dan Roket

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meresmikan Sarana dan Prototipe Nitrogliserin di  Kawasan Energetic Material Center (EMC) PT Dahana, Subang, Jawa Barat, Rabu (7/3/2018). kemhan.go.id

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meresmikan Sarana dan Prototipe Nitrogliserin di Kawasan Energetic Material Center (EMC) PT Dahana, Subang, Jawa Barat, Rabu (7/3/2018). kemhan.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Karya menyelesaikan proyek fasilitas penelitian dan pengembangan sarana prototipe nitrogliserin di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut akan digunakan sebagai penyedia kebutuhan propelan rudal dan roket di Indonesia.

    Peresmian sarana dan protitipe nitrogliserin sebagai bahan dasar propelan milik  PT Dahana ini menjadi salah satu bukti upaya menuju kemandirian alutsista khususnya propelan, kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dalam peresmian pabrik, Rabu, 7 Maret 2018. 

    "Ini dapat membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu mandiri dan dalam proses menuju visi untuk menjadi produsen alutsista yang mampu berkiprah di kancah Internasional," kata Ryamizard seperti dikutip dari laman Kemenhan.

    Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono, mengatakan, Fasilitas Sarana dan Prototipe Nitrogliserin yang dibangun di atas lahan seluas 2,1 hektar ini adalah salah satu fasilitas cikal bakal penghasil bahan baku propelan.

    Budi Antono mengatakan, PT Dahana masih memiliki dua pekerjaan rumah besar yaitu mewujudkan industri propelan dan pabrik amonium nitrat. Oleh karena itu dalam acara ini juga turut ditandatangani addendum propelan dan offtake produk amonium nitrate dengan PT Pindad yang juga anggota kluster National Defence and Hightech Industries (NDHI).

    Propelan merupakan bahan energetik sebagai bahan pendorong roket atau rudal dan munisi, baik kaliber besar  dan kecil. Rata-rata kebutuhan propelan untuk alutsista sebesar 200 ton/tahun.

    "Pabrik ini adalah yang pertama di Asia dan akan menjadi solusi bagi kebutuhan propelan rudal dan roket di Indonesia,” kata Direktur Operasi III PT Waskita Karya Bambang Rianto dalam keterangan tertulisnya, pada Kamis, 8 Maret 2018.

    Proyek ini dimulai pada 2015 dengan nilai kontrak Rp 99 miliar. PT Waskita mengerjakan pembangunan pabrik tersebut, termasuk pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan pengerjaan instalasi pabrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.