Orang Terkaya Indonesia: Bos Djarum Masih Teratas, CT di 5 Besar

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chairul Tanjung. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Chairul Tanjung. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2018 pada, Rabu, 7 Maret. Untuk Indonesia, dua posisi teratas masih diduduki pewaris PT Djarum, Budi dan Michael Hartono. Tahun lalu, keduanya dinobatkan gelar yang sama dengan kekayaan US$ 32 miliar (sekitar Rp 440 triliun lebih).

    Meski jumlah kekayaannya berkurang, bos Trans Corp, Chairul Tanjung (CT), 56 tahun, menyodok masuk lima besar setelah tahun lalu berada di posisi ketujuh. Pada 2018, Forbes mencatat kekayaan CT mencapai US$ 3,5 miliar, turun dari US$ 3,6 miliar.

    Baca jugaBos Amazon Geser Bill Gates dari Daftar Orang Terkaya

    Pada 2018, sang adik, Budi Hartono, menempati urutan pertama dengan nilai kekayaan mencapai US$ 17,4 miliar, diikuti Michael Hartono dengan nilai kekayaan US$ 16,7 miliar. Jika dilihat secara global, Budi menempati posisi ke-69 dan Michael di posisi ke-75 orang terkaya dunia.

    Simak: Kiat Bill Gates, Salah Satu Orang Terkaya dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Selain industri rokok, penghasilan keduanya juga berasal dari sektor perbankan. Mereka adalah pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Keluarga Hartono telah mengakuisisi saham BCA saat kelompok Salim kehilangan kendali atas usaha itu saat krisis 1997 hingga 1998.

    Baca juga: 10 Orang Terkaya Dunia Pemilik Tim Olahraga

    Hartono bersaudara juga memiliki usaha di bidang perkebunan kelapa sawit, elektronik, serta e-commerce. Salah satu bisnis e-commerce milik mereka adalah perusahaan jual-beli online Blibli.com.

    Sepuluh teratas orang terkaya Indonesia masih diisi nama-nama lama, seperti bos Indorama, Sri Prakash Lohia; bos Lippo Grup, Mochtar Riady, dan pengusaha media Trans Corp, Chairul Tanjung. Berikut ini daftar 20 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes (angka dalam kurung peringkat tahun lalu).

    1. R. Budi Hartono (Djarum) US$ 17,4 miliar (1)
    2. Michael Hartono (Djarum) US$ 16,7 miliar (2)
    3. Sri Prakash Lohia (Indorama) US$ 7 miliar (5)
    4. Tahir (Mayapada) US$ 3,5 miliar (8)
    5. Chairul Tanjung (Trans Corp) US$ 3,5 miliar (7)

    6. Mochtar Riady (Lippo) US$ 3 miliar (9)
    7. Prajogo Pangestu Barito Pacific) US$ 2,9 miliar (11)
    8. Murdaya Poo (Centra Cipta Murdaya) US$ 2 miliar (12)
    9. Peter Sondakh (Rajawali) US$ 1,9 miliar (13)
    10. Theodore Rachmat (Adaro) US$ 1,7 miliar (19)

    11. Low Tuck Kwong (Bayan Resource) US$ 1,5 miliar (18)
    12. Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Indosiar, SCTV, Emtek) US$ 1,5 miliar (26)
    13. Ciputra (Jaya) US$ 1,4 miliar (21)
    14. Martua Sitorus (Wilmar/Gamaland) US$ 1,4 miliar (24)
    15. Djoko Susanto (Alfamart) US$ 1,3 miliar (20)

    16. Alexander Tedja (Pakuwon Djati) US$ 1,3 miliar (27)
    17. Harjo Sutanto (Wings) US$ 1,2 miliar (29)
    18. Soegiarto Adikoesoemo (AKR) US$ 1,1 miliar (25)
    19. Hary Tanoesoedibjo (MNC)  US$ 1,1 miliar (31)
    20. Sukanto Tanoto (Royal Golden Eagle) US$ 1,1 miliar (30)

    Baca: Bos BMW, Tesla dan Geely Masuk 100 Besar Orang Terkaya di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?