Selasa, 11 Desember 2018

Presiden Jokowi Pastikan Proyek MRT Jakarta Selesai Tepat Waktu

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan pimpinan proyek MRT saat meninjau proyek tersebut, di Jakarta, 7 Maret 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berbincang dengan pimpinan proyek MRT saat meninjau proyek tersebut, di Jakarta, 7 Maret 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu, 7 Maret 2018, blusukan di stasiun bawah tanah Bundaran Hotel Indonesia dan Senayan, melihat kondisi terkini pembangunan proyek mass rapid transit atau MRT.

    Presiden Jokowi meninjau underground Bundaran HI pada pukul 14.50. Setelah itu, blusukan dilanjutkan ke stasiun bawah tanah Senayan dengan didampingi Direktur Utama PT MRT William Sabandar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

    “Saya tanyakan ke dirut (direktur utama) bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu, bisa dioperasionalkan tahun depan, Maret. Tidak ada mundur,” tutur Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan di stasiun bawah tanah Senayan, Rabu, 7 Maret 2018.

    Baca juga: Kemajuan Pembangunan MRT Sudah 92 Persen, Ini Hitungan Tarifnya

    Jokowi mengatakan, dalam blusukan ke proyek besar ini, dia ingin mendapatkan kepastian bahwa pengerjaannya sesuai dengan jadwal yang ditata sejak awal perencanaan. Hingga akhir Februari lalu, pengerjaan konstruksi sudah mencapai 91,86 persen dengan rel yang sudah terpasang 11.314 meter.

    Jika sudah beroperasi, MRT Jakarta memiliki 16 set rangkaian kereta, dengan rincian satu set rangkaian kereta terdiri atas enam gerbong. Kereta akan dioperasikan dengan sistem operasi otomatis level dua (GoA 2) dan sistem persinyalan communication-based train control (CBTC), yang dikendalikan dari operation control center (OCC).

    “Berkaitan dengan Asian Games, saya juga ingin memastikan bahwa nanti di atas tanah sudah tidak ada seng-seng yang menutup, sudah bersih, trotoar sudah lebar,” kata Jokowi.

    Saat gelaran Asian Games dimulai, Presiden ingin memastikan pernak-pernik pengerjaan proyek, termasuk MRT, sudah rapi sehingga tidak merusak keindahan. “Sehingga betul-betul tamu Asian Games nanti melihat Jakarta yang bersih dan indah,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.