Telkomcel Bangun Kabel Kapal Selam di Timor Leste

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Telkomsel sukses mengawal dan melayani kebutuhan komunikasi pelanggan pada periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, tercatat trafik layanan data atau payload Telkomsel mencapai 10,7 petabyte atau meningkat 42%. (Foto: Dok. Telkomsel)

    Telkomsel sukses mengawal dan melayani kebutuhan komunikasi pelanggan pada periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, tercatat trafik layanan data atau payload Telkomsel mencapai 10,7 petabyte atau meningkat 42%. (Foto: Dok. Telkomsel)

    TEMPO.CO, Palembang - Telekomunikasi Indonesia Internasional (TL), S.A. atau Telin Timor Leste dengan nama Merek "Telkomcel" tengah membangun jaringan kabel kapal selam. Ekspansi dari PT. Telkom Group tersebut dalam rangka menyediakan bandwidth internet yang lebih tinggi dan lebih dapat diandalkan bagi seluruh rakyat di kota-kota dan juga pelosok Timor Leste.

    Menurut CEO TELIN (Telekomunikasi Internasionál) TL yang diwakili oleh CEO Telkomcel, Yogi Rizkian Bahar,  saat ini pihaknya masih menantikan lisensi yang akan dikeluarkan oleh pemerintah Timor Leste.  Komitmen membangun jaringan kabel kapal selamtersebut tak lain juga untuk meningkatkan hubungan komunikasi yang baik antara Indonesia dan Timor Leste.

    “Diharapkan bulan ini lisensi sudah bisa dikeluarkan oleh pemerintah timor mempercepat ekspansi layanan internet dan memudahkan pengembangan sosio-ekonomi disana,”katanya, di Palembang, Rabu 7 Maret 2018.  

    Simak: Telkom Eksplorasi Bisnis di Timor Leste

    Pemerintah Timor Leste memberikan target kepadaTelkomcel untuk membangun layanan telekomunikasi bergerak yang mencakup 85% populasi dalam waktu  1 tahun dan 94% populasi, dalam waktu 3 tahun berbasis teknologi 3G-UMTS. Sedangkan untuk teknologi +berbasis 2G-GSM diberikan target 170 hari mencakup 50% populasi. Selanjutnya, 9 bulan setelah lisensi dikeluarkan maka Telkomcel diminta memenuhi kebutuhan 85% populasi dan 3 tahun mencakup 94% populasi.

    Sementara itu Hirwandi, Coorporate Comunication PT. Tekkomcel mejelaskan Dalam program kerja pemerintahan sebelumnya, telah sepakat untuk melakukan reformasi telekomunikasi keteknologi kabel bawah laut serat optic untuk jaringan nasionál dan jaringan internasionál. Tetapi kenyataannya di Timor-Leste masih terus bergantung pada koneksi satellite untuk akses internet. Teknologi tersebut tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan pada system telekomunikasi yang modern.

    Masih kata Hirwandi, system kabel bawah Laut Timor Leste direncanakan menjadi system kabel bawah laut serat optic berkapasitas tinggi menghubungkan Indonesia dan Timor Leste. Sistem akan dibangun melalui Unit Branching yang dipesan dalam Sistem Kabel ASBL Telkom darimana Cabang Segmen baru akan dibangun untuk menghubungkan BU dan Dili-Timor Leste. Stasiun Terminal akan ditempatkan di Indonesia (Larantuka, Atambua, dan Kalabahi)  dan Timor Leste (Dili).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.