Di Depan Anggota HIPMI, Jokowi: Indonesia Harus Percaya Diri

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersalaman dengan Presiden Sri Lanka Mithripala Sirisena dalam upacara penyambutan di Kolombo, Sri Lanka, 24 Januari 2018. Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Sri Lanka selama dua hari. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersalaman dengan Presiden Sri Lanka Mithripala Sirisena dalam upacara penyambutan di Kolombo, Sri Lanka, 24 Januari 2018. Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Sri Lanka selama dua hari. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki modal cukup untuk menjelma menjadi negara maju dalam waktu yang tidak lama. Hal itu disampaikan ketika membuka Sidang Dewan Pleno II dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2018 di Tangerang, Rabu, 7 Maret 2018.

    Menurut Jokowi, kepercayaan diri menjadi modal utama untuk mendapatkan pengakuan dari negara lain, salah satunya dalam hal penciptaan iklim berusaha yang transparan dan nyaman.

    "Indonesia sekarang ini semakin mendapat pengakuan internasional, mendapatkan kepercayaan terhadap reformasi ekonomi yang telah kita lakukan," ujar Jokowi.

    Hal itu dibuktikan dengan adanya tiga lembaga pemeringkat investasi internasional yakni Fitch Ratings, Standards and Poor’s, dan Moody’s Investor Service yang memberikan rapor sangat positif terhadap iklim investasi Indonesia.

    Peringkat investasi (investment grade) dan kemudahan berusaha di Indonesia memang meningkat cukup signifikan berdasarkan laporan terakhir. Laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga menempatkan Indonesia pada peringkat ke-72, atau naik sebanyak 19 tingkat dari posisi sebelumnya dalam hal kemudahan berusaha/berbisnis.

    "Yang kedua, disurvei World Bank mengenai indeks kemudahan usaha (Ease of Doing Business). Pada 2014, kita berada pada peringkat 120 dan sekarang ini kita meloncat ke peringkat 72, atau naik 48 posisi. Tetapi, saya masih minta kepada Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) bahwa tahun ini kita harus berada di peringkat di bawah 50," tambahnya.

    Bahkan, Jokowi juga menyebut Indonesia sudah masuk ke dalam kelompok sangat istimewa yakni Trillion Dollar Club. Kelompok ini merupakan hasil klasifikasi terhadap negara-negara yang memiliki nilai ekonomi sebesar US$1 triliun tiap tahunnya dan klasifikasi ini hanya terdiri dari 16 negara.

    "Sering saya sampaikan kepada menteri maupun kepada duta besar, jangan sampai lupa kita sudah masuk ke dalam 16 besar itu. Lalu kita masih minta bantuan atau mendapatkan bantuan dari negara lain. Sudah saatnya sekarang Indonesia justru membantu negara-negara lain," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.