Darmin Harap Infrastruktur KEK Batam Bisa Gaet Investor

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 "Akselerasi Perdagangan di Era Ekonomi Digital" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tengah membahas  berbagai proyek infrastruktur pendukung yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Batam. Darmin berharap, berbagai infrastruktur tersebut nantinya dapat menggaet lebih banyak investor untuk menanamkan modal di Pulau Batam.

    "Ini penting agar semakin banyak yang berminat menanamkan investasi di Pulau Batam," kata Darmin Nasution usai memimpin rapat koordinasi membahas pengembangan kawasan Batam di kantornya, Jakarta Pusat, pada Selasa, 6 Maret 2018.

    Simak: Menteri Darmin Minta Bank Indonesia Segera Stabilkan Rupiah

    Adapun proyek terkait pengembangan kawasan Batam tersebut di antaranya pengembangan bandara, pembangunan jembatan, LRT atau light rail transit hingga pelabuhan.

    Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo optimis, dengan pembangunan berbagai infrastruktur, pertumbuhan ekonomi di kawasan Batam bisa mencapai target tujuh persen. Selain itu, juga dapat mendorong kinerja perekonomian di Kepulauan Riau dan nasional. "Sebab Pulau Batam ini posisinya sangat strategis," kata Lukita di lokasi yang sama.

    Pada 2017,  Dewan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Batam (PBPB)  mengganti pengurus BP Batam guna mengembalikan kejayaan kawasan Batam sebagaimana tujuan awal ditetapkan sebagai Free Trade Zone (FTZ) sejak 1973.

    Lukita yang saat itu terpilih menjadi Kepala BP Batam, berjanji akan menyiapkan transformasi Batam dari kawasan FTZ menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam dua tahun agar kegiatan investasi menjadi bergairah dan Batam bisa kembali bersaing menjadi pusat kegiatan ekonomi.

    Kawasan Batam saat ini dinilai tidak lagi memiliki daya tarik dibanding kawasan sejenis di ASEAN, terutama setelah mulai berlakunya MEA, yang memberikan pembebasan bea masuk bagi barang produksi sesama negara ASEAN.

    Keterpurukan Batam terlihat dari data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam yang mencatat jumlah perusahaan yang tutup pada 2015 di kawasan ini mencapai 54, pada 2016 mencapai 62 dan hingga Juli 2017 telah 53 perusahaan tutup.

    Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi Batam hanya mencapai 5,45 persen pada 2016 dan hingga semester I-2017 ekonomi Batam hanya tumbuh mencapai kisaran dua persen, karena lesunya kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

    Ikuti terus berita tentang Menteri Darmin di Tempo.co

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.