Urai Kemacetan di Pelabuhan, Ini Rencana Konsep Pemerintah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan truk pengangkut peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Deretan truk pengangkut peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berupaya untuk mengurai kemacetan di pelabuhan, salah satunya dengan cara mengembangkan pelabuhan agar angkutan logistik atau truk-truk barang tak harus bertumpu di satu pelabuhan tertentu.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menuturkan saat ini pihaknya bersama kementerian Perhubungan tengah merancang sebuah konsep pembangunan di pelabuhan Banten agar angkutan logistik atau truk-truk besar tidak lagi harus bertumpu di pelabuhan Tanjung Priok.

    “Kita ingin pelabuhan di Banten itu dibuka juga, agar industri di Banten itu tidak perlu lagi ke Priok, sehingga langsung ke pelabuhannya di daerah Banten sana,” ujar Luhut pada Senin, 5 Maret 2018.

    Baca juga: Menhub Minta Penumpukan Kontainer di Pelabuhan Ditekan

    Menurutnya, saat ini ada tiga pelabuhan yang akan dikaji pemerintah untuk dikembangkan, yaitu Pelabuhan Banten, Pelabuhan Patimban, dan Pelabuhan Tanjung Priok.

    “Jadi, nanti ada Banten, ada Priok, ada Patimban. Jadi, tiga pelabuhan besar, sehingga dengan begitu tidak menimbulkan kemacetan karena kemacetan itu menimbulkan high cost juga. Sangat high cost,” ujar Luhut lagi.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan saat ini pihaknya tengah menyiapkan model untuk rencana tersebut.

    “Model ini akan bergerak sesuai tujuan daripada kendaraan. Jadi saat nanti (Pelabuhan) Patimban beroperasi, pasti sebagian kendaraan ke Patimban, baik yang logististik. Kami akan lakukan policy di mana titik-titik itu ada kemacetan,” kata Menteri Budi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.