Sabtu, 15 Desember 2018

GMF AeroAsia Tawarkan 2,8 Miliar Saham ke Investor Strategis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) Iwan Joeniarto saat jumpa wartawan di ruang perawatan mesin pesawat GMF di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jawa Barat, 25 Oktober 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) Iwan Joeniarto saat jumpa wartawan di ruang perawatan mesin pesawat GMF di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jawa Barat, 25 Oktober 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, TANGERANG- Anak usaha PT Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk atau GMF AeroAsia segera melepas lebih dari 2 miliar lembar saham. Keputusan itu diambil dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang digelar hari ini, Selasa, 6 Maret 2018.

    Menurut Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Joeniarto, dalam rapat ditentukan bahwa perusahaannya akan menerbitkan 2.823.351.100 saham atau setara dengan 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetorkan perseroan dalam bentuk pengajuan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.337.734.850 saham atau 8,28 persen akan ditawarkan kepada investor strategis. Sementara 485.616.300 atau 1,72 persen sisanya akan diterbitkan kepada para karyawan dalam program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).

    “Saham baru ini akan kami tawarkan kepada investor strategis yang sudah kami tentukan kriterianya,” ujar Iwan di Auditorium Garuda City Center, area perkantoran Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa, 6 Maret 2018.

    Kriteria investor strategis yang ditentukan oleh GMF AeroAsia yaitu memiliki modal yang kuat, mampu mengembangkan bisnis perseroan dan memberi nilai tambah tehadap brand GMF.

    Penawaran saham akan dipaketkan dengan divestasi sekitar 10-12 persen saham perusahaan induk GMF AeroAsia, Garuda Indonesia Group. Jadi, kata Iwan, ada sekitar 20 persen saham gabungan GMF dan Garuda Indonesia yang akan ditawarkan kepada Investor strategis.

    “Tapi hasil penjualan saham Garuda Indonesia tidak akan masuk ke kami, tetap pembagiannya masing-masing sesuai dengan persentasenya,” ujar Iwan.

    Ia menyebut saat ini telah ada beberapa investor strategis yang tertarik. Namun, Iwan masih enggan membeberkan siapa saja investor strategis tersebut dan berapa nominal yang ditawarkan lantaran proses negosiasi masih berjalan.

    “Nantinya yang akan dipilih adalah best deal dan tentunya kami menginginkan lebih dari Initial Public Offering. Kami blm bisa sampaikan berapa ratus juta dollar tawarannya karena negosiasi masih berlangsung,” kata dia.

    Iwan menargetkan seluruh proses dapat rampung di akhir kuartal kedua atau sekitar bulan Juni. Dari penjualan saham ini, GMF AeroAsia berencana menambah kapasitas dan kapabitasnya dengan melakukan ekspansi bisnis baik di dalam maupun luar negeri. Setidaknya sudah ada tiga wilayah yang menjadi target mereka tahun ini, yaitu di Batam, Timur Tengah, dan Australia.

    “Sekitar 68 persen hasil penjualan saham nanti akan dipakai untuk pengembangan kapasitas dan kapabilitas itu,” jelas Iwan.

    Selain itu, RUPSLB hari ini juga membahas soal usulan perubahan anggaran dasar perusahaan. Iwan menganggap hal ini perlu dalam rangka penyesuaian terhadap ketentuan peraturan perundang-undngan, penyesuaian tata penulisan dalam akta, dan penyesuaian terhadap referensi pasal.

    Penunjukan susunan direksi baru juga menjadi pokok pembahasan dalam RUPSLB. Asep Kurnia ditunjuk sebagai Direktur Human Capital and Corporate Affairs yang sebelumnya dirangkap oleh direktur utama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.