Pelemahan Sektor Industri Dasar Terus Tekan IHSG di Zona Merah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tamu undangan memperhatikan layar pergerakan index saham di Lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 26 Agustus 2016. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan lagi, indeks mencatatkan penurunan 0,23% menjadi 5.441,50. Tempo/Tony Hartawan

    Tamu undangan memperhatikan layar pergerakan index saham di Lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 26 Agustus 2016. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan lagi, indeks mencatatkan penurunan 0,23% menjadi 5.441,50. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG berakhir di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 5 Maret 2018, di tengah pelemahan bursa Asia.

    IHSG melemah 0,48 persen atau 31,72 poin di level 6.550,59 setelah dibuka menguat 0,19 persen atau 12,20 poin di level 6.594,52. Adapun pada perdagangan Jumat pekan lalu, 2 Maret 2018, IHSG ditutup melemah 0,36 persen atau 23,74 poin di level 6.582,32.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.543,66-6.607,16. Dari 572 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia, 156 saham menguat, 206 saham melemah, dan 210 saham stagnan.

    Baca juga: Akhir Pekan, IHSG Melemah Tertekan Sektor Tambang

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor industri dasar (-1,35 persen) dan finansial (-0,71 persen). Adapun sektor tambang dan aneka industri masing-masing menguat 0,16 persen dan 0,11 persen.

    Saham-saham penekan IHSG:
    BMRI -2,95 persen
    HMSP -1,04 persen
    TLKM -1,23 persen
    INTP -3,50 persen

    Saham-saham pendorong IHSG:
    DSSA +18,87 persen
    IBST +14,29 persen
    KAEF +8,90 persen
    CPIN +2,02 persen

    IHSG pada akhir sesi I perdagangan siang tadi berbalik melemah 0,04 persen atau 2,73 poin ke posisi 6.579,58, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,19 persen atau 12,20 poin di level 6.594,52. IHSG pada sesi I tertekan sektor infrastruktur dan industri dasar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.