Jokowi Buka Sidang Kabinet, Bahas APBN 2018 dan RAPBN 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan ketika meresmikan pabrik PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Bekasi, 27 Februari 2018. Presiden mengatakan, peresmian pabrik ini merupakan realisasi investasi guna meningkatkan produksi industri farmasi. ANTARA

    Presiden Jokowi memberikan sambutan ketika meresmikan pabrik PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Bekasi, 27 Februari 2018. Presiden mengatakan, peresmian pabrik ini merupakan realisasi investasi guna meningkatkan produksi industri farmasi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo  (Jokowi) membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin siang, 5 Maret 2018. Pertemuan ini membahas kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal tahun ini serta kebijakan fiskal 2019.

    Saat membuka rapat, Jokowi banyak membicarakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dan Rancangan APBN 2019. Dia meminta para anggota kabinet mewaspadai dan mengantisipasi dinamika ekonomi dunia yang terus bergerak dan mempengaruhi pelaksanaan APBN. "Baik yang berkaitan dengan suku bunga, komoditas, arus modal yang masuk dan keluar, serta nilai tukar," kata dia di Istana Negara, Jakarta, Senin, 5 Maret 2018.

    Baca: Begini Gaya Presiden Jokowi Datangi Jakarta Sneaker Day 

    Jokowi menuturkan, dinamika ekonomi global sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia. Kondisi tersebut juga bisa berdampak terhadap daya saing negeri ini, terutama dari sisi ekspor.

    Salah satu yang Jokowi soroti adalah kebijakan negara tujuan ekspor Indonesia yang cenderung menutup diri. Pemerintah harus siap siaga mengantisipasi kebijakan itu dengan memperkuat daya saing. Pencarian pasar alternatif baru juga harus terus didorong untuk memperluas pasar ekspor Indonesia.

    Untuk mendorong investasi, Jokowi juga meminta kebijakan single submission untuk memberi insentif selesai akhir bulan ini. Dia mengatakan kebijakan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Jokowi juga kembali mengingatkan kembali jajarannya mengenai keterbatasan APBN untuk mendanai seluruh program pemerintah. Dia meminta pihak swasta semakin banyak dilibatkan agar beban APBN berkurang. "Libatkan yang namanya BUMN, yang namanya dunia usaha, swasta yang sebanyak-banyaknya. Ini sudah saya ulang enggak tahu berapa kali," ujarnya.

    Sebelum rapat dimulai, Jokowi juga sempat meminta agar pengendalian harga kebutuhan pokok berjalan baik. Begitu pula dengan kebutuhan yang berkontribusi besar terhadap inflasi seperti beras.

    Dia memerintah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk memimpin koordinasi pengendalian harga. "Saya minta betul beberapa harga baik itu berkaitan dengan beras dengan daging betul-betul diselesaikan agar sebelum masuk bulan puasa turun bisa dipastikan harga itu betul-betul turun," kata dia.

    Sementara di sektor politik dan keamanan, Jokowi meminta Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, hingga Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan menjaga stabilitas politik dan keamanan dan menangani masalah yang terjadi secepatnya. "Sehingga tahun ini betul-betul stabilitas politik dan keamanan, juga tahun depan, bisa total dikendalikan," kata dia.

    Menurut dia, koordinasi dan konsolidasi menjadi kunci kesuksesan program pemerintah. Dia meminta seluruh menteri dan kepala lembaga selalu memperhatikan kedua aspek itu dalam bekerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.