Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditanggung Asuransi Jasindo

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta peluru Fuxing berangkat menuju Shanghai dari Stasiun Kereta Api Beijing Selatan, Cina, 21 September 2017. Dengan kecepatannya yang luar biasa, jika digunakan di Indonesia, maka jarak Jakarta-Surabaya bisa ditempuh hanya dengan waktu sekitar 2 jam saja. REUTERS/Stringer

    Kereta peluru Fuxing berangkat menuju Shanghai dari Stasiun Kereta Api Beijing Selatan, Cina, 21 September 2017. Dengan kecepatannya yang luar biasa, jika digunakan di Indonesia, maka jarak Jakarta-Surabaya bisa ditempuh hanya dengan waktu sekitar 2 jam saja. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) menjadi salah satu perusahaan asuransi umum yang memberikan perlindungan risiko kerugian dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek ini dijamin oleh polis construction all risks (CAR). Jaminan pertanggungan mencakup kerusakan material akibat bencana alam dan lain-lain, serta kerugian pihak ketiga yang timbul akibat pekerjaan proyek tersebut.

    Sekretaris Perusahaan Jasindo Yuko Gunawan mengatakan Jasindo tercatat sebagai ketua dalam skema ko-asuransi proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Ada enam anggota dalam ko-asuransi tersebut, yang terdiri atas perusahaan asuransi kerugian BUMN dan swasta.

    "Salah satunya Askrindo. Perusahaan asuransi swasta yang besar juga sudah masuk di dalamnya," tutur Yuko, Senin, 5 Maret 2018.

    Sebagai ketua ko-asuransi, Jasindo memperoleh porsi dominan dengan porsi kurang dari 50 persen. Adapun enam perusahaan asuransi lain memperoleh porsi yang bervariasi, sekitar kurang dari 10 persen hingga belasan persen.

    Yuko mengatakan penetapan Jasindo sebagai ketua ko-asuransi setelah melalui proses tender pada Oktober-November. Meski tidak dapat menyebutkan nilai pertanggungan dan potensi preminya, menurut dia, rata-rata premi dalam proyek konstruksi onshore sekitar kurang dari 0,5 persen dari nilai proyek.

    "Kami masih diuntungkan dengan status BUMN, selain kekuatan finansial perusahaan yang baik. Dari sisi tertanggung tentu butuh kenyamanan dari sisi risiko. Mereka ingin di-cover oleh perusahaan yang memiliki kemampuan finansial yang baik," tuturnya.

    Biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung disebutkan bertambah dari sekitar Rp 80,3 triliun menjadi sekitar Rp 82,7 triliun. Penambahan sekitar Rp 2 triliun tersebut untuk membiayai asuransi selama pengerjaannya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan proyek tersebut dapat dimulai pada bulan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.