Tabrak Burung Saat Lepas Landas, Wings Air Delay Hingga 2 Jam

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Wings Air tergelincir di Bandara Ahmad Yani Semarang. BUDI PURWANTO

    Pesawat Wings Air tergelincir di Bandara Ahmad Yani Semarang. BUDI PURWANTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen maskapai penerbangan Wings Air membenarkan telah terjadi tabrakan pesawatnya dengan burung saat akan lepas landas dengan kecepatan tinggi di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado (MDC), pada hari ini.

    Akibat dari tabrakan itu, timbul kerusakan pada struktur pesawat, kinerja mesin terganggu dan ancaman langsung pada keselamatan penerbangan. Oleh karena itu pilot memutuskan untuk kembali ke landas parkir (apron) untuk kemudian dilakukan pengalihan sementara penumpang ke terminal keberangkatan dan investigasi serta perbaikan pesawat.

    Baca: Maskapai Wings Air Delay 30 Menit Gara-gara Durian

    Demi alasan kenyamanan dan keamanan, seluruh 67 penumpang dewasa, satu anak-anak serta satu bayi turun dari pesawat dan dialihkan sementara di ruang tunggu terminal keberangkatan. Adapun jenis pesawat Wings Air ini adalah ATR 72-500/ 600 berkapasitas 72 kursi adalah pesawat yang didukung tenaga baling-baling kembar (twin-propeller). 

    Walhasil, pesawat dengan nomor penerbangan IW 1120 rute Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado (MDC) menuju Bandar Udara Melonguane, Kepulauan Talaud (MNA) dan Bandar Udara Miangas (MKF) di Sulawesi Utara mengalami keterlambatan hingga 120 menit atau 2 jam. 

    "Perusahaan memiliki komitmen dalam memenuhi serta menjalankan seluruh ketentuan yang berlaku terkait keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," demikian Corporate Communication Lion Group dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad, 4 Maret 2018.

    Wings Air berkoordinasi dan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara dan AirNav sebagai pengatur lalu lintas udara setempat.
    Setelah mendapatkan izin, pesawat laik terbang dan bandara dinyatakan aman, maka pesawat dapat menerbangkan kembali seluruh penumpang sesuai jadwal terbaru pada hari yang sama.

    Terkait hal ini, Lion Air Group menyatakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang dan kru pesawat merupakan prioritas. Perusahaan juga telah mengantongi sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA).

    Lion Air Group berhasil menyelesaikan audit internasional mengenai keselamatan penerbangan, sehingga layak disejajarkan dengan maskapai kelas dunia. Audit IOSA dirancang untuk menilai manajemen operasional serta sistem kontrol maskapai.

    Perusahaan patuh pada seluruh peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh regulator serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional. Wings Air mengimbau kepada media dan masyarakat, untuk mengetahui perkembangan berikutnya hanya mengacu pada informasi yang diberikan secara resmi oleh perusahaan.

     ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.