Baru Memulai Bisnis, Ini Tips Memperkecil Risiko

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengusaha. Shutterstock

    Ilustrasi pengusaha. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam memulai wirausaha atau bisnis, rasa takut gagal kerap membayangi pebisnis pemula dalam memulai usaha. Keterbatasan dana kerap membuat para newbie wirausaha khawatir mengalami hal buruk pada usahanya.

    Perencana keuangan, Eko Indrato, memiliki beberapa tips meminimalkan risiko bagi para pemula untuk memulai usaha. Pertama, memulai usaha dengan uang tabungan bukan dari uang pinjaman bank. “Jangan mempertaruhkan sesuatu yang belum pasti (keuntungan) dengan sesuatu yang pasti (bunga dan angsuran),” kata Eko saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 3 Maret 2018.

    Kedua, Eko melanjutkan, membuka usaha atas dasar hobi atau keahlian. “Semua usaha pasti memiliki risiko, tapi risikonya relatif rendah bila usaha tadi dilakukan atas dasar hobi atau keahlian,” ujarnya.

    Simak: Modal Wirausaha Kaum Muda Dikucurkan Seusai Pemilu

    Terakhir, kata dia, seorang newbie harus sabar menunggu hasil. “Harus diingat, usaha itu proses bukan instan. Jadi hasilnya enggak akan cepat langsung dirasakan,” kata dia.

    Menurut Eko, di tengah era digital saat ini semua usaha bisa dilakukan dan memiliki peluang besar di pasar. Namun, risiko tentu tak terhindarkan.

    Putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep, saja misalnya, meski terbilang sebagai sosok pengusaha muda yang menuai sukses memulai bisnis, siapa sangka Kaesang pernah mengalami kebangkrutan. "Pernah ada dua usaha yang bangkrut," kata Kaesang saat pembukaan perdana tokonya di kawasan Manahan pada Ahad malam, 25 Februari 2018. Dua usaha itu meliputi bisnis clothing line dan aplikasi permainan. 

    Saat ini, Kaesang memiliki beberapa bisnis di antaranya bisnis pakaian, kuliner, dan aplikasi. Untuk membuka beberapa usahanya itu, Kaesang juga mengaku mengumpulkan modal. Modal itu didapatkannya dari usaha sendiri, bukan dari pemberian keluarganya. "Modalnya 100 persen dari YouTube," kata Kaesang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.