Jokowi Minta Pembagian Rastra Dipercepat, Bulog Akan Kalang Kabut

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan ketika meresmikan pabrik PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Bekasi, 27 Februari 2018. Presiden mengatakan, peresmian pabrik ini merupakan realisasi investasi guna meningkatkan produksi industri farmasi. ANTARA

    Presiden Jokowi memberikan sambutan ketika meresmikan pabrik PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Bekasi, 27 Februari 2018. Presiden mengatakan, peresmian pabrik ini merupakan realisasi investasi guna meningkatkan produksi industri farmasi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta distribusi bantuan beras sejahtera (rastra) pada Maret 2018 dilakukan di awal bulan. Normalnya, distribusi beras berlangsung pada pertengahan hingga akhir bulan. 

    Permintaan itu disampaikan Presiden saat bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya siang tadi. Dia ingin memastikan bantuan beras diterima masyarakat lebih cepat. "Walaupun artinya Bulog harus kalang kabut mengisi (pasokan beras)," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai bertemu dengan Presiden di Kompleks Istana Negara, Jakarta, 2 Maret 2018. 

    Baca: Jokowi Minta Jatah 20 Persen Beras Impor Malaysia

    Meski diperkirakan bakal kalang kabut, Darmin menyatakan Bulog siap bekerja semaksimal mungkin. Dia menuturkan, Bulog menyanggupi distribusi rastra bisa dilakukan pada pertengahan Maret. 

    Menurut Darmin, Bulog memiliki stok beras sebanyak 700 ribu ton. Alokasi untuk rastra sebesar 130 ribu ton per bulan. Sisanya digunakan Bulog untuk operasi pasar. 

    Bantuan rastra dari pemerintah saat ini dibagi menjadi dua bentuk. Selain bantuan beras langsung, pemerintah mulai membagikan bantuan rastra dalam bentuk non tunai melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

    Tahun ini, Pemerintahan Jokowi akan mengkonversi bantuan rastra untuk 10 juta penerima menjadi BPNT secara bertahap. Penerima bantuan tak lagi menerima beras melainkan uang dalam bentuk kartu. Mereka bisa berbelanja beras dan telur dengan kartu berisi Rp 110 ribu per bulan itu di e-warong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?