Bank Indonesia: Nilai Rupiah Memang Sudah Undervalue

Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan nilai tukar rupiah yang belakangan berada di antara Rp 13.600 dan Rp 13.700 per dolar Amerika Serikat dinilai sudah undervalue. Bahkan hal itu terjadi sejak sebelum adanya fluktuasi kurs mata uang global selama Februari kemarin.

"Kalau, menurut Bank Indonesia, rupiah itu memang sebelum fluktuasi sudah undervalue. Jadi kalau ada fluktuasi seperti beberapa hari terakhir ya memang rupiahnya undervalue," ujar Mirza di kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 2 Maret 2018.

Simak: Karena Hal Ini, Menteri Darmin Tak Khawatir Rupiah Melemah

Menurut Mirza, nilai aman pertukaran rupiah berada pada level Rp 13.200 dan 13.300 per dolar AS. Untuk itu, ia mengatakan pihaknya siap hadir di pasar valuta asing dan pasar surat berharga negara (SBN) untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Ia pun membantah BI sengaja membuat rupiah undervalue untuk menggenjot nilai ekspor.

"Kalau sudah undervalue untuk apa BI buat lebih undervalue lagi. BI pasti ada di pasar untuk lakukan stabilisasi," tutur dia.

Fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi selama Februari, kata Mirza, merupakan dampak dari adanya data-data yang mengkonfirmasi bahwa Federal Reserve milik Amerika akan menaikkan bunga pada Maret dan Juni. Tidak hanya Indonesia, negara maju dan berkembang lainnya pun terkena dampak dari rencana tersebut.

Mirza menjelaskan, di antara mata uang negara maju yang ikut melemah adalah dolar Kanada yang melemah 3,6 persen, krona Swedia yang melemah 4,9 persen, serta dolar Australia yang juga melemah 3,6 persen.

Sedangkan untuk negara berkembang, selain rupiah Indonesia, rupee India ikut melemah 2,4 persen. Hal yang sama juga terjadi pada mata uang Filipina, peso, yang melemah 1,5 persen.

Rupiah Indonesia sendiri pada pasar spot pada siang hari ini, 2 Maret 2018, pukul 11.21 WIB, melemah 9 poin atau 0,07 persen ke level Rp 13.757 per dolar AS. Sebelumnya, pada pukul 08.00 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp 13.740 per dolar AS.

Rupiah diprediksi akan kembali menguat hari ini setelah dalam sesi perdagangan kemarin, 1 Maret 2018, menyentuh level Rp 13.800.

Bank Indonesia menyebutkan fluktuasi ini bersifat sementara. Pasalnya saat ini pasar sedang melakukan penyesuaian dengan rencana penambahan bunga oleh Amerika tersebut.






OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

6 jam lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

23 jam lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

1 hari lalu

Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia menjadi tiga negara anggota ASEAN dengan mata uang terkuat setelah peristiwa penguatan dolar AS belakangan ini.


Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

1 hari lalu

Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi selama sepekan ini. Terutama dari pasar surat berharga negara (SBN).


Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

1 hari lalu

Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).


Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

1 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

2 hari lalu

Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

Kemarin, BI mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Sebut Tantangan Fiskal Usai Pandemi, Rupiah Kian Tertekan

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Sebut Tantangan Fiskal Usai Pandemi, Rupiah Kian Tertekan

Berita terpopuler pada Kamis, 22 September 2022, dimulai dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal tantangan fiskal usai pandemi.


Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

2 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 4,25 persen dinilai akan menambah beban berat yang harus dipikul kalangan pengusaha.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

2 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.