Elek Yo Band di Java Jazz, Sri Mulyani Dkk Akan Bawakan 3 Lagu

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elek Yo Band akan tampil di Java Jazz. instagram.com

    Elek Yo Band akan tampil di Java Jazz. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembukaan festival Java Jazz 2018 akan dilaksanakan nanti malam. Menurut jadwal, akan ada satu penampilan istimewa yang belum pernah ditemukan pada kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya, yakni penampilan dari kelompok musik kabinet kerja Presiden Joko Widodo yang bernama Elek Yo Band.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani hanya tertawa kecil saat ditanya mengenai persiapan manggung dalam ajang musik bergengsi tersebut. Menurutnya, tidak ada persiapan khusus, dan semua akan berjalan sesuai arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    "Soal persiapan tanya Pak Budi ya, kita akan ikut saja," katanya belum lama ini.

    Baca juga: Sri Mulyani Khawatir Elek Yo Band Gagal Manggung di Java Jazz 

    Adapun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan nanti malam Elek Yo Band akan membawakan tiga lagu yang mewakili tiga generasi. Yakni Ku Tak Bisa dan Juwita Malam dari Slank, serta Dia dari Anji.

    Rencananya, grup musik Kabinet Kerja ini juga akan berkolaborasi dengan penyanyi Endah N Rhesa. "Kami latihan sendiri-sendiri, kalau sudah ada format baru saya kirim ke masing-masing personal," ujar Menteri Budi.

    Elek Yo Band merupakan grup musik yang digawangi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai Gitaris, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (gitaris sekaligus vokalis), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (drummer) dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (keyboardist).

    Adapun Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki berperan sebagai vokalis.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.