Penerbangan Bali Penuh Saat IMF, Sri Mulyani Akan Hubungi Menhub

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan)  memainkan gitar milik Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam acara Lelang Sukarela barang koleksi pribadi para pejabat negara di Kementerian Keuangan, Jakarta, 28 Februari 2018. Acara lelang digelar dalam rangka memperingati 110 tahun lelang di Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) memainkan gitar milik Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam acara Lelang Sukarela barang koleksi pribadi para pejabat negara di Kementerian Keuangan, Jakarta, 28 Februari 2018. Acara lelang digelar dalam rangka memperingati 110 tahun lelang di Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan semua jadwal penerbangan menuju Bali sudah penuh saat pelaksanaan Sidang Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia pada 8-14 Oktober 2018.

    "Ini menjadi sesuatu yang akan kami bahas dengan Menhub (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi), dengan penerbangan, bagaimana kami menambah (jadwal), terutama minggu sebelum dan sesudah (pertemuan)," katanya setelah membuka seminar internasional terkait dengan sumber daya manusia dalam rangkaian Voyage to Indonesia menjelang pertemuan IMF dan Bank Dunia di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 1 Maret 2018.

    Menurut Sri Mulyani, informasi tentang penerbangan ke Bali yang sudah penuh saat pelaksanaan pertemuan akbar bidang ekonomi dan keuangan itu berasal dari koleganya di Washington, DC, Amerika Serikat.

    Baca juga: Sri Mulyani: Lelang Bisa Bantu Perbankan Lepaskan Aset Macet

    Dia mengharapkan volume penerbangan ke Pulau Dewata ditingkatkan mengingat pada minggu tersebut akan hadir sekitar 15 ribu delegasi dari 189 negara di dunia.

    Terkait dengan kesiapan lokasi, Sri Mulyani menuturkan akan memantau kesiapan logistik meliputi hotel hingga tempat pertemuan, termasuk kebutuhan evakuasi untuk mengantisipasi sesuatu yang bersifat darurat.

    Sri Mulyani mengatakan para delegasi diperkirakan akan berada di Bali selama satu minggu atau 10-15 hari, tergantung jarak perjalanan dari negara masing-masing, termasuk jika mereka membawa serta keluarganya untuk sekaligus berlibur.

    Sri Mulyani juga mengharapkan daerah lain yang dekat dengan Bali, seperti Lombok dan Banyuwangi, siap menampung turis karena diprediksi para delegasi juga ingin mengunjungi destinasi terdekat dari Pulau Dewata.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.