Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Sumbang Inflasi 0,01 Persen

Reporter

Editor

Martha Warta

Kepala Badan Pusat Statistik Suharyono saat merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 di kantor pusat Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, 6 November 2017. BPS merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 sebesar 5,06 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari kuartal pertama dan kedua 2017 sebesar 5,01 persen. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan inflasi pada Februari 2018 yang tercatat sebesar 0,62 persen. Adapun 0,01 persen di antaranya dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

"Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan menyumbang 0,01 persen inflasi bulan ini. Komoditas yang memberikan andil adalah kenaikan harga bensin pertamax dan pertamax turbo," kata Suhariyanto.

Baca: Harga Pertamax dan BBM Non-Subsidi Lain Naik, Ini Penjelasan Pertamina

Sementara itu, lanjut Suhariyanto, tarif angkutan udara justru mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. "Jadi berbagai kombinasi komponen pengeluaran itulah yang memberikan andil inflasi 0,01 dalam kelompok ini," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Agus Martowardojo memperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi pada Februari 2018 ini akan mengerek inflasi secara langsung.

"Dalam rapat Februari kita sudah melihat potensi, dan kita melihat tekanan kalau seandainya nilai tukar melemah dan berdampak pada imported inflation, tapi secara umum inflasi kita masih sesuai target, yaitu 3,5 plus-minus satu persen," kata Agus di sela konferensi tingkat tinggi BI-IMF New Growth Models in a Changing Global Landscape di Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.

Selain kenaikan harga BBM non-subsidi. Kelompok pengeluaran yang paling besar memberikan andil terhadap inflasi bulan ini adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar
0,07%. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,05%, kelompok sandang sebesar 0,02%, kelompok bahan makanan sebesar 0,01%, dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen. "Sementara itu, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional," kata dia.

Menurut BPS, dari 82 kota, 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,05% dengan IHK 131,65. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Palangka Raya sebesar 0,04% dengan IHK sebesar 127,64. "Inflasi bulan ini cukup bagus di tengah cuaca yang kurang mendukung," kata Suhariyanto.



BBM



Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga BBM ke Inflasi Lebih Rendah dari Perkiraan, Kenapa?

15 jam lalu

Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga BBM ke Inflasi Lebih Rendah dari Perkiraan, Kenapa?

Kementerian Keuangan mengatakan, pengaruh kenaikan harga BBM pada awal September 2022 ternyata tidak seburuk perkiraan sebelumnya.


Pertalite Dinilai Makin Boros Usai Harga BBM Naik, Ini Hasil Pengujian Lemigas

16 jam lalu

Pertalite Dinilai Makin Boros Usai Harga BBM Naik, Ini Hasil Pengujian Lemigas

Pemerintah telah meminta Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) atau Lemigas untuk melakukan pengujian mutu BBM Pertalite.


ESDM Uji Sampel BBM Usai Pertalite Disebut Boros, Apa Hasilnya?

22 jam lalu

ESDM Uji Sampel BBM Usai Pertalite Disebut Boros, Apa Hasilnya?

Dari pengujian sampel BBM Pertalite di enam SPBU di Jakarta, didapati hasil bahwa bahan bakar sudah memenuhi standar dan mutu bensin RON 90.


Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

2 hari lalu

Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

Komoditas utama penyumbang inflasi September adalah harga BBM, beras dan angkutan dalam kota.


Erick Thohir Kembali Tunjuk Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

2 hari lalu

Erick Thohir Kembali Tunjuk Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

RUPS PT Pertamina (Persero) telah mengukuhkan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina untuk periode kedua.


Demo Buruh Mundur ke Tanggal 12 Oktober, Ini Alasan KSPI

3 hari lalu

Demo Buruh Mundur ke Tanggal 12 Oktober, Ini Alasan KSPI

Serikat buruh kembali menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 12 Oktober 2022.


Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

5 hari lalu

Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

Kemendag memastikan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah secara umum masih terkendali setelah kenaikan harga bahan bakar minyak.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

5 hari lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.


Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

5 hari lalu

Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

Indef memperkirakan tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen pada September 2022 mencapai 1,45 persen secara bulanan (month to month/mtm).


Tips Keuangan Agar Tetap Tegar Menghadapi Efek Domino dari Kenaikan BBM

5 hari lalu

Tips Keuangan Agar Tetap Tegar Menghadapi Efek Domino dari Kenaikan BBM

Pada bulan awal September kemarin, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.