Kerahkan 1.300 Pekerja, PT MRT Kebut Pasang Rel dan Sistem Sinyal

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengerjakan proyek pembangunan stasiun layang MRT di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, 9 Januari 2018. Fase I MRT Lebak Bulus-Bundaran HI memiliki panjang 15,7 kilometer. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja mengerjakan proyek pembangunan stasiun layang MRT di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, 9 Januari 2018. Fase I MRT Lebak Bulus-Bundaran HI memiliki panjang 15,7 kilometer. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) fokus menyelesaikan pembangunan sipil sekaligus mempercepat pemasangan rel dan sistem persinyalan kereta MRT sepanjang tahun ini.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mengejar target operasional moda transportasi massal tersebut.

    "Hari ini, tepat 366 hari jelang operasional MRT Jakarta yang akan jatuh pada 1 Mei 2019. Kami fokus menyelesaikan pemasangan rel dan persinyalan," katanya dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger, Selasa, 27 Februari 2018.

    Baca juga: MRT Jakarta Fase II, Ini 8 Stasiun yang Akan Dibangun

    William menuturkan pekerjaan pemasangan rel dimulai sejak akhir 2017 dan dilakukan secara bertahap, mulai dari vertical alignment survey dan spreading ballast. Sementara itu, pekerjaan instalasi pemasangan rel di area depot sudah dimulai sejak awal Juni 2017.

    "Kami terus mempercepat penyelesaian pemasangan dan pengecoran rel. Salah satu caranya menerjunkan 1.300 pekerja di lapangan," ujarnya.

    Progres pekerjaan konstruksi MRT koridor I fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia hingga 25 Februari 2018 sudah 91,86 persen, dengan rincian 87,99 persen untuk jalur elevated dan 95,76 persen untuk underground.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?