Emas Hello Kitty Antam Diminati Pasar Jepang

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iliustrasi emas berlogo Hello Kitty (pinsta.com)

    Iliustrasi emas berlogo Hello Kitty (pinsta.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Antam menjual produk emas batangan dengan karakter Hello Kitty ke Jepang. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo yang diterima di Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018.

    PT Antam Tbk melihat peluang potensi pasar penjualan produk emas batangan dengan karakter Hello Kitty bersamaan dengan adanya peningkatan permintaan emas di Jepang.

    Untuk itu, sejak Desember 2017, PT Antam Tbk melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia menjual emas (trial) ke pasar Jepang melalui MKK Co Ltd selaku pemegang lisensi Sanrio Co Ltd.

    Baca juga: Sambut Imlek, Antam Produksi Emas Bergambar Shio Anjing

    Kesepakatan kerja sama itu diresmikan dalam upacara penandatanganan nota kesepahaman antara PT Antam Tbk dan MKK Co Ltd pada Selasa, 27 Februari 2018, di KBRI Tokyo dan disaksikan Duta Besar RI untuk Jepang, Arifin Tasrif.

    Produk emas yang dijual dengan karakter Hello Kitty ini adalah emas batangan dengan kuantitas sebanyak 5 kilogram per bulan dalam bentuk emas batang dengan varian 1, 5, 10, dan 25 gram.

    PT Antam Tbk dan MKK Co Ltd bersepakat meningkatkan kerja sama jual beli emas pengujian kadar emas dan kegiatan komersial lain melalui nota kesepahaman yang berlaku selama empat bulan sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan.

    Kerja sama antara PT Antam Tbk dan MKK Co Ltd merupakan sebuah inovasi dalam sektor perdagangan ke Jepang, karena produk emas batangan Hello Kitty dari Antam memiliki nilai tambah tersendiri yang unik dan menarik bagi pasar Jepang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.