Pasca Insiden Tol Becakayu, 13 Proyek Elevated Dilanjutkan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang jelang gelaran Asian Games 2018 sudah mencapai 77 persen. Ditargetkan, pembangunan rampung hingga 80 persen pada akhir tahun 2017. Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, 10 November 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    Pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang jelang gelaran Asian Games 2018 sudah mencapai 77 persen. Ditargetkan, pembangunan rampung hingga 80 persen pada akhir tahun 2017. Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, 10 November 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta--Komite Keselamatan Konstruksi melansir sejumlah proyek infrastruktur layang (elevated) yang diteruskan pengerjaannya, pasca insiden Tol Becakayu. Dari hasil evaluasi yang dilakukan komite terhadap 17 proyek, hanya 13 proyek yang mendapatkan rekomendasi dilanjutkan. Proses evaluasi berjalan pada Senin, 26 Februari 2018.

    Data yang diterima Tempo, Senin malam, 26 Februari 2018, dari Ketua Komite Keselamatan Konstruksi Syarif Burhanuddin menunjukkan ada empat proyek yang bisa dilanjutkan dengan syarat mengikuti rekomendasi. Keempat proyek itu ialah Tol Bekasi-Cakung-Kampung Melayu (Becakayu), Tol Depok-Antasari, proyek kereta Double Double Track (DDT) Manggarai-Jatinegara, dan Tol Jakarta-Cikampek.

    Baca: Awal Pekan, Satu Proyek Elevated Bakal Dilanjutkan

    Komite menyatakan belum berlanjutnya Tol Becakayu karena rancangan form work belum tuntas (final). Lalu Tol Depok-Antasari bisa diteruskan dengan syarat kontraktor melengkapi prosedur lifting. Sementara proyek DDT Manggarai-Jatinegara dilanjutkan dengan rekomendasi pembongkaran dan pemasangan launcher gantry (diganti). Khusus Tol Jakarta-Cikampek komite akan melakukan kunjungan ke lokasi pada Rabu, 28 Februari 2018.

    Sedangkan 13 proyek yang dilanjutkan tanpa syarat atau rekomendasi ialah Tol Pasuruan-Probolinggo, Tol Solo-Ngawi, Tol Ciawi-Sukabumi. Kemudian Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrom, LRT Palembang, LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi.

    Lalu Tol Terbangi Besar-Kayu Agung-Pematang Panggang, Jakarta Toll Road, Tol Serpong-Cinere. Berikutnya Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Tol Cibitung-Cilincing, dan Tol Cimanggis-Cibitung.

    Anggota Komite Keselamatan Konstruksi Danis Sumadilaga menyatakan total ada 36 proyek yang dilakukan evaluasi. Ia berharap evaluasi bisa secepatnya dilakukan dalam dua pekan ini. "Bukan berarti terburu-buru tapi diintensifkan selesai," kata Danis, kemarin.

    Ia menambahkan moratorium sementara sejumlah proyek elevated tidak akan mengganggu kinerja perusahaan. Dari hasil pembicaraan dengan pemilik proyek dan kontraktor, ucap Danis, moratorium dimanfaatkan untuk mengevaluasi kerja yang sudah berjalan. "Mereka jadi rehat sejenak memeriksa peralatan, metodologi, dan personel di lapangan," ucapnya.

    Serangkaian kecelakan terjadi di proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Ada delapan kecelakaan dalam lima bulan terakhir ini. Kejadian terakhir ialah jatuhnya konstruksi beton di proyek Tol Becakayu yang menyebabkan tujuh pekerja mengalami luka-luka. Pemerintah lantas menghentikan sementara proyek infrastruktur layang.

    Di kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto menyatakan moratorium proyek tidak mengganggu arus kas dan kinerja perusahaan. Ia optimistis moratorium bersifat sementara dan tidak akan lama lagi sejumlah proyek yang dihentikan bisa segera berjalan. "Saya yakin dalam minggu ini berangsur-angsur dari 36 proyek yang dihentikan akan jalan lagi," kata Budi.

    Baca berita lainnya tentang Tol Becakayu di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.