Ahmad Heryawan Ingin Geopark Ciletuh Dibiayai Obligasi Daerah

Pemandangan taman bumi Ciletuh, di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, 5 September 2015. Memiliki ke aneka ragaman geologi, taman Ciletuh akan diusulkan menjadi geopark atau taman bumi nasional. TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyebut proyek pengembangan kawasan Ciletuh-Pelabuhan Ratu Geopark, Sukabumi, berpotensi dibiayai dengan penerbitan obligasi daerah. Ahmad Heryawan mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempertimbangkan proyek infrastruktur di kawasan tersebut setelah urung menerbitkan obligasi daerah untuk pendanaan pembangunan Bandar Udara Kertajati, Majalengka.

"Ada banyak proyek infrastruktur yang layak. Kami punya UNESCO Global Geopark di Pelabuhan Ratu. Banyak sekali infrastruktur yang harus dibangun," kata Ahmad Heryawan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 26 Februari 2018.

Ahmad Heryawan tak merinci detail rencana pengembangan dan pembangunan proyek infrastruktur di kawasan Geopark Ciletuh. Namun, dia menegaskan, kawasan seluas 148 ribu hektare itu memiliki potensi pariwisata yang tinggi.

"Pariwisata yang jelas. Di tempat yang eksotiknya begitu, nilai ekonominya sangat tinggi. Orang akan suka ke situ karena meningkatkan indeks kebahagiaan," ujar Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan.

Aher juga tak merinci kapan Pemprov Jawa Barat bakal merealisasi penerbitan obligasi daerah untuk proyek pengembangan kawasan itu. Pemprov Jawa Barat, menurut dia, sedianya menerbitkan obligasi daerah untuk pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka.

Namun hal itu urung dilakukan lantaran proses penerbitan obligasi daerah dirasa masih sulit. Pembiayaan Bandara Kertajati akhirnya dihimpun dari PT Angkasa Pura II (Persero), Pemprov Jawa Barat, reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), Koperasi Pegawai Negeri Sipil Jawa Barat, dan PT Jasa Sarana. "RDPT dan sindikasi perbankan syariah baru dua minggu lalu selesai, napas dulu sebentar," kata Ahmad Heryawan.

Dia melanjutkan, penerbitan obligasi daerah diminati lantaran menjadi instrumen pembiayaan alternatif, selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan pendapatan asli daerah.

"Ketika kita ingin melakukan penyelesaian proyek infrastruktur besar yang tidak hanya dibiayai APBD, obligasi daerah menjadi jalan keluar tambahan untuk APBD," ujar Ahmad Heryawan.

Pemprov Jawa Barat, bersama Jawa Timur dan Jawa Tengah, sebelumnya digadang-gadang menjadi pionir penerbit obligasi daerah. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso saat peluncuran Peraturan OJK Nomor 61/POJK.04/2017 tentang Dokumen Penyertaan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah dan/atau Sukuk Daerah pada akhir Desember lalu.

Ahmad Heryawan mengaku Jawa Barat sebenarnya ingin memelopori penerbitan obligasi daerah. Selain terhambat proses sebelumnya yang dinilai masih rumit, Aher menyinggung masa jabatannya yang akan berakhir tahun ini. "Kabarnya sekarang sudah dipermudah, tapi saya hampir habis masa jabatan. Tadinya saya mau jadi pelopor," ujarnya.






Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

19 jam lalu

Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

Stafsus Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengambil sikap mengurangi penarikan utang baru untuk membiayai APBN.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


BCA Catat Rekor Penjualan SR017 Senilai Rp5,4 Triliun

13 hari lalu

BCA Catat Rekor Penjualan SR017 Senilai Rp5,4 Triliun

Direktur BCA Haryanto T. Budiman menjelaskan pencapaian penjualan SBN Ritel seri SR017 ini salah satunya ditopang oleh ajang Wealth Summit BCA 2022.


Sukuk Ritel Seri SR017 Laris Terjual Sebelum Batas Masa Penutupan

18 hari lalu

Sukuk Ritel Seri SR017 Laris Terjual Sebelum Batas Masa Penutupan

Kuota pemesanan sukuk ritel (SR) seri SR017 terpantau telah habis terjual 3 hari jelang penutupan.


Bos BCA Bagikan Tips Membangun Kekayaan, Ada 3 Dimensi yang Wajib Dimiliki

18 hari lalu

Bos BCA Bagikan Tips Membangun Kekayaan, Ada 3 Dimensi yang Wajib Dimiliki

Wakil Presiden Direktur BCA, Armand Hartono, memberikan sejumlah tips dalam dalam membangun wealth atau kekayaan. Apa saja kiatnya?


Wisata Geopark Maros Pangkep, Ada Gua yang Pernah Dihuni Manusia Purba

20 hari lalu

Wisata Geopark Maros Pangkep, Ada Gua yang Pernah Dihuni Manusia Purba

Geopark Maros Pangkep memiliki hamparan karst terluas nomor dua di dunia setelah Cina.


Bos BCA Prediksi The Fed Turunkan Bunga pada Kuartal III 2024, Ini Rekomendasi Investasinya

20 hari lalu

Bos BCA Prediksi The Fed Turunkan Bunga pada Kuartal III 2024, Ini Rekomendasi Investasinya

Bos BCA Jahja Setiaatmadja memperkirakan The Fed baru akan menurunkan suku bunganya pada kuartal ketiga tahun 2024.


Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan Masuk UNESCO Global Geopark

21 hari lalu

Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan Masuk UNESCO Global Geopark

Ada 9 rekomendasi dari tim asesor yang harus ditindaklanjuti untuk memenuhi Geopark Maros Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark.


Kemenkeu Rilis Tiga Seri Obligasi Global USD 2,65 Miliar, Berikut Daftar Kuponnya

21 hari lalu

Kemenkeu Rilis Tiga Seri Obligasi Global USD 2,65 Miliar, Berikut Daftar Kuponnya

Pemerintah menerbitkan obligasi global senilai 2,65 miliar dolar AS dalam tiga seri dengan format SEC Shelf Registered pada tanggal 7 September 2022.


Bank KB Bukopin Dapat Pinjaman Rp 4,4 Triliun dari IFC, Ini Respons Menteri Airlangga

29 hari lalu

Bank KB Bukopin Dapat Pinjaman Rp 4,4 Triliun dari IFC, Ini Respons Menteri Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi penerbitan social bond oleh pihak swasta yakni Bank KB Bukopin Tbk.