Diprediksi Terus Melemah, IHSG Sesi I Mampu Bergerak Positif

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa, 27 Februari 2018, dengan kenaikan 0,18 persen atau 11,54 poin ke level 6.566,21. IHSG tadi pagi dibuka dengan penguatan 0,29 persen atau 19,02 poin di level 6.573,70.

    Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak pada kisaran 6.565,50-6.591,60. Sebanyak 173 saham menguat, 158 saham melemah, dan 241 saham stagnan dari 572 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang menguat 1,97 persen menjadi penopang utama terhadap pergerakan IHSG di akhir sesi I, disusul saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat 0,53 persen.

    Baca juga: Aksi Ambil Untung Lanjutan Bayangi Laju IHSG

    Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan dorongan utama dari sektor properti yang menguat 0,78 persen, disusul sektor konsumer yang naik 0,58 persen. Adapun tiga sektor lainnya terpantau melemah, didorong oleh pertanian yang turun 0,96 persen.

    Saham WSKT (+2,51 persen), TOPS (+2,59 persen), PWON (+1,53 persen) dan MYRX (+3,29 persen) menjadi pendorong utama terhadap penguatan sektor properti pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Berikut rincian 10 emiten penopang utama IHSG siang ini:

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    HMSP +1,97 persen

    BBRI +0,53 persen

    BMRI +0,60 persen

    ASII +0,62 persen

    SMGR +2,70 persen

    Berdasarkan presentase:

    AHAP +22,35 persen

    BPFI +18,00 persen

    PSDN +17,35 persen

    IBFN +13,16 persen

    BRMS +11,36 persen

    Perdagangan IHSG hari ini diprediksi masih melanjutkan tren pelemahan sebelumnya. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan secara teknikal ketahanan IHSG tercatat masih rentan.

    "Aksi jual juga dimungkinkan masih terjadi. Karena itu, harapkan aksi jual ini dapat terbatas untuk mengurangi tren penurunan yang terjadi," kata Reza dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 27 Februari 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.