IHSG Diprediksi Melemah, Ini Enam Saham yang Bisa Dipantau

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah yang terkoreksi terhadap dolar AS memberikan sentimen negatif bagi pasar saham domestik sehingga indeks BEI tertahan penguatannya. TEMPO/Tony Hartawan

    Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah yang terkoreksi terhadap dolar AS memberikan sentimen negatif bagi pasar saham domestik sehingga indeks BEI tertahan penguatannya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG pada Selasa 27 Februari 2018 akan menuju ke area support pada kisaran level 6532 dan 6508 dengan potensi adanya koreksi wajar lanjutan. Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menuturkan IHSG ditutup melemah 0,99 persen di level 6554.673 pada 26 Februari 2018. 

    Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6531.557 dan 6508.441. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6600.904 dan 6647.136. Selain itu, indikator daily, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI bergerak ke bawah pada area netral.

    Simak: Bank Indonesia Terbitkan Aturan Kepemilikan Saham

    Menurutnya, terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar lanjutan pada pergerakan indeks saham. Dengan demikian, IHSG akan menuju ke area support pada level 6532 dan 6508.

    Dilansir dari Bisnis.com, berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor,

    - BBRI, Daily (3740) (RoE: 17.33%; PER: 15.83x; PBV: 2.74x; Beta: 1.66):* Saat ini, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 3720 – 3750, dengan target harga secara bertahap di level 3890 dan 3920. Support: 3650.

    - KLBF, Daily (1605) (RoE: 17.31%; PER: 31.83x; PBV: 5.51x; Beta: 0.96):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1595 – 1610, dengan target harga secara bertahap di level 1635, 1690, 1715, 1795, 1900 dan 2000. Support: 1585.

    - MPPA, Daily (442) (RoE: -26.63%; PER: -4.64x; PBV: 1.23x; Beta: 1.67):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 436 – 444, dengan target harga secara bertahap di level 462 dan 494. Support: 426.

    - PWON, Daily (655) (RoE: 14.95%; PER: 16.65x; PBV: 2.49x; Beta: 1.83):* Saat ini, terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada area level 640 – 650, dengan target harga secara bertahap di level 685, 710 dan 725. Support: 635.

    - SMGR, Daily (11100) (RoE: 6.38%; PER: 33.65x; PBV: 2.16x; Beta: 1.4):* Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 10900 – 11200, dengan target harga secara bertahap di level 10575, 11850, 12100 dan 13075. Support: 10675.

    - UNTR, Daily (36600) (RoE: 15.82%; PER: 18.01x; PBV: 2.87x; Beta: 0.68):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terdapat pola white opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 36500 - 36700, dengan target harga secara bertahap di level 385, 39725, 40500 dan 43725. Support: 35875.

    Ikuti perkembangan IHSG di kanal Tempo.co

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.