Dolar Melemah, Rupiah Diprediksi Menguat Tipis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menghitung mata uang rupiah hasil jual mata uang dolar, di money changer. Mata uang rupiah kini semakin melemah akibat krisis global.  Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Warga menghitung mata uang rupiah hasil jual mata uang dolar, di money changer. Mata uang rupiah kini semakin melemah akibat krisis global. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Peluang rupiah untuk bergerak menanjak pada perdagangan valas Selasa, 27 Februari 2018, diprediksi masih terjadi. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan pergerakan rupiah yang menguat masih bisa terjadi, meski tipis.

    "Pergerakan dolar Amerika yang melemah semoga masih bisa berlanjut, agar pergerakan positif rupiah bisa terus terjadi," ucap Reza dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.

    Simak: Dolar dan Sejumlah Mata Uang Asia Melemah, Rupiah Terdepresiasi

    Rupiah diestimasikan bergerak dengan kisaran level support 13.675 dan level resisten 13.640. Meski demikian, Reza meminta pelaku pasar mencermati dan mewaspadai kemungkinan pembalikan arah rupiah.

    Pada perdagangan sebelumnya, penguatan rupiah memanfaatkan dolar yang melemah. Kondisi tersebut dibarengi dengan turunnya sejumlah imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

    Hal ini seiring mulai diterimanya potensi kenaikan suku bunga The Fed seiring makin pulihnya ekonomi Amerika. Di sisi lain, suksesnya penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan cara private placement bernilai nominal Rp 500 miliar turut berimbas positif pada rupiah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.