Bekraf Targetkan Sumbang Rp 1000 Triliun untuk PDB 2018

Reporter

Editor

Martha Warta

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menyampaikan sambutan di acara Akatara Indonesia Film Financing Forum di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, 15 Februari 2017. Yohanes Paskalis Pae Dale

TEMPO.CO, Jakarta -Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan produk domestik bruto (PDB) bidang ekonomi kreatif naik hingga Rp 1.000 triliun pada 2018. Di 2016, ekonomi kreatif telah mengalami kenaikan dari Rp 852,56 triliun menjadi Rp 922,58 triliun. Presentasi kontribusi ekonomi kreatif ke PDB juga naik dari 7,38 persen menjadi 7,44 persen.

"Bekraf bukan menjual komoditi yang ada, tapi Bekraf memperjuangkan nilai tambahnya," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam Bincang Bareng Bekraf yang diadakan di Museum Modern and Contemporary Air in Nusantara (MACAN), Jakarta Barat, pada Senin, 26 Februari 2018.

Baca:Bekraf Mendorong Investasi di Industri Perfilman

Dari enam belas subsektor yang ditangani oleh Bekraf saat ini, terdapat tiga sektor yang menjadi unggulan, yakni kuliner, craft, dan fashion. Pasalnya, dari data yang dimiliki Bekraf pada tahun 2016, subsektor kuliner berkontribusi 41,4 persen dari total kontribusi perekonomian kreatif, atau Rp 922 triliun. Fashion sendiri merupakan subsektor yang menyumbang angka untuk ekspor paling tinggi.

Terdapat pula beberapa subsektor yang difokuskan untuk dikembangkan, di antaranya ialah film, animasi, dan video, serta musik. Film merupakan salah satu subsektor yang mengalami perkembangan paling pesat. "Film saja kenaikan penontonnya dari tahun 2015 , sebanyak16 juta, akhir 2017 kemarin mencapai 42 juta," kata Triawan Munaf.

Untuk pengembangannya, dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, sektor bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Selain itu, terdapat pula program pendampingan ke desa-desa.

Dalam rilis tertulisnya, disampaikan pula bahwa akses permodalan untuk pelaku ekonomi kreatif akan disalurkan melalui beberapa cara, yakni Dana Ekonomi Kreatif (Dekraf), Kartu Usaha Rakyat Ekonomi Kreatif (Kurekraf), IP financing, optimalisasi crowd funding, hingga forum bagi investor dan filantropi ekonomi kreatif.

Baca berita Bekraf lainnya di Tempo.co.

FADIYAH | MWS






BPS: Pertumbuhan Ekonomi 5,44 Persen di Triwulan II 2022

52 hari lalu

BPS: Pertumbuhan Ekonomi 5,44 Persen di Triwulan II 2022

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,44 persen secara tahunan pada triwulan II 2022.


Bos Lippo: ASEAN Akan Jadi Kekuatan Ekonomi dan Teknologi Dunia

29 Mei 2022

Bos Lippo: ASEAN Akan Jadi Kekuatan Ekonomi dan Teknologi Dunia

Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady John mengatakan ASEAN memegang kendali pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ketiga di dunia setelah Cina.


Surplus Neraca Perdagangan Cetak Rekor, Kemenkeu: Jadi Bantalan Ekonomi

18 Mei 2022

Surplus Neraca Perdagangan Cetak Rekor, Kemenkeu: Jadi Bantalan Ekonomi

Surplus neraca perdagangan yang tinggi akan berdampak terhadap PDB Indonesia pada kuartal II 2022. PDB diperkirakan semakin positif.


Ekonomi RI Tumbuh 5,01 Persen Sepanjang Kuartal I, BPS: Low Base Effect

9 Mei 2022

Ekonomi RI Tumbuh 5,01 Persen Sepanjang Kuartal I, BPS: Low Base Effect

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2022 5,01 persen secara year on year.


Airlangga: Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto Capai 61 Persen

11 Maret 2022

Airlangga: Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto Capai 61 Persen

Menko Airlangga Hartarto mengatakan UMKM turut mendorong peningkatan investasi dan ekspor Indonesia.


ADB Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi untuk Negara Berkembang di Asia

14 Desember 2021

ADB Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi untuk Negara Berkembang di Asia

Asian Development Bank atau ADB memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara berkembang Asia tahun ini.


Pemerintah Tarik Utang Rp 973,6 T Tahun Depan, Mayoritas Domestik

13 Desember 2021

Pemerintah Tarik Utang Rp 973,6 T Tahun Depan, Mayoritas Domestik

Pemerintah bakal menarik utang Rp 973,6 triliun tahun depan guna menutupi defisit APBN pada 2022 sebesar 4,9 persen terhadap PDB.


Anies Baswedan: DKI Jakarta Unsur Penting Pemulihan Ekonomi Indonesia

30 Agustus 2021

Anies Baswedan: DKI Jakarta Unsur Penting Pemulihan Ekonomi Indonesia

Salah satu strategi yang digencarkan, kata Anies Baswedan, adalah vaksinasi karena dinilai menjadi salah satu solusi pemulihan.


BI Tetap Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Capai 4,3 Persen pada 2021

19 Agustus 2021

BI Tetap Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Capai 4,3 Persen pada 2021

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2021 antara 3,5 persen hingga- 4,3 persen.


Ekonomi Q2/2021 Tumbuh 7,07 Persen, Ketua OJK Beberkan Kinerja Positif Lainnya

6 Agustus 2021

Ekonomi Q2/2021 Tumbuh 7,07 Persen, Ketua OJK Beberkan Kinerja Positif Lainnya

Ketua OJK Wimboh Santoso menjelaskan sejumlah kinerja positif di berbagai sektor ekonomi lainnya.