Ini Kualifikasi Gubernur BI yang Diinginkan Ekonom dan Pengamat

Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Pada Mei 2018 mendatang Gubernur BI, Agus Martowardojo bakal pensiun dari jabatannya. Saat ini publik dan juga pasar tengah menantikan siapa sosok penganti Agus nanti.

Peneliti Ekonomi Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri mengatakan siapapun nanti pengganti Agus, sosok tersebut harus ahli dalam bidang moneter. Apalagi, kata Novani, tugas utama bank sentral yaitu menjaga stabilitas moneter dan stabilitas system keuangan baik secara jangka panjang maupun jangka pendek.

"Di samping pengetahuan mengenai kebijakan moneter dan sistem keuangan, calon gubernur BI, harus mampu memberikan kepercayaan kepada publik dan pasar mengenai penilaian dan pengambilan keputusan seperti tingkat inflasi, suku bunga, dan kondisi makro ekonomi lainnya," kata Novani kepada Tempo, Senin, 26 Februari 2018.

Simak: Jokowi Ajukan Perry Warjiyo sebagai Calon Gubernur BI ke DPR

Selain itu, calon gubernur BI wajib mengetahui secara komprehensif mampu memperkuat program bauran kebijakan moneter, makropudensial, dan sistem pembayaran di bank sentral. Hal ini untuk merespon berbagai tantangan dalam stabilisasi pertumbuhan ekonomi khususnya menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Novani juga mengatakan salah satu tantangan calon gubernur BI mendatang adalah bagaimana menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia menjelang tahun politik pada 2018 dan 2019. "Akan banyak hal yang akan menggoyahkan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi politik yang secara tidak langsung akan mempengaruuhi kondisi ekonomi secara makro," kata dia.

Sementara itu, Head of Economic Research Bank UOB Enrico Tanuwidjaja sepakat bahwa sosok calon gubernur BI harus sangat ahli tentang makro ekonomi, terutama tentang moneter. Enrico juga mengatakan calon gubernur BI juga mampu mengkomunikasikan setiap kebijakan yang ada dengan baik khususnya para pelaku pasar.

"Karena para pelaku pasar biasanya lebih sensitif terhadap komentar-komentar dari policy maker terutama dari financial policy maker," kata Enrico ketika dihubungi Tempo secara terpisah Senin, 26 Februari 2018.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan calon gubernur BI juga mampu mengelola Rupiah untuk mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas sehingga pemulihan ekonomi dapat segera tertransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan.

Kemudian, Josua juga berujar bahwa calon gubernur BI harus mampu menghadapi tantangan global, khususnya dinamika pasar internasional. "Sebab kedepannya tantangan global seperti normalisasi kebijakan moneter bank sentral negara maju seperti Fed, ECB dan BoJ, serta dampak reformasi pajak Amerika akan berpotensi mempengaruhi stabilitas makroekonomi," ujar Josua melalui aplikasi pesan singkat kepada Tempo.

Terkait dengan kebijakan moneter, Josua meminta stance kebijakan oleh gubernur BI terpilih diharapkan menempuh stance moneter yang terukur, konsisten dalam menjaga inflasi, mengendalikan defisit transaksi berjalan dan menjaga stabilitas Rupiah. Sementara di sisi makroprudensial, BI diharapkan melanjutkan penguatan kebijakan makroprudensial dalam rangka peningkatan resiliensi sistem keuangan terhadap potensi risiko sistemik.






Gubernur BI: Business Matching Sharia Economic Festival 2022 Hasilkan Omzet Rp 9,43 Triliun

10 jam lalu

Gubernur BI: Business Matching Sharia Economic Festival 2022 Hasilkan Omzet Rp 9,43 Triliun

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan acara Road to ISEF 2022 yang sudah digelar sejak April 2022 menghasilkan omzet senilai Rp 9,43 triliun.


Anies Ingatkan Pedagang Tak Ambil Untung Besar di Barang yang Diperlukan Rakyat

14 hari lalu

Anies Ingatkan Pedagang Tak Ambil Untung Besar di Barang yang Diperlukan Rakyat

Anies Baswedan mengingatkan kepada pedagang barang kebutuhan untuk rakyat banyak agar wajar dalam mengambil keuntungan.


Gubernur BI Ungkap Kenaikan Suku Bunga Tak Hanya untuk Kendalikan Inflasi, Tapi..

14 hari lalu

Gubernur BI Ungkap Kenaikan Suku Bunga Tak Hanya untuk Kendalikan Inflasi, Tapi..

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan alasan kenaikan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate hingga 50 basis poin.


Gubernur BI Bicara tentang Pendidikan di Sekolah Almamater SMAN 3 Solo

32 hari lalu

Gubernur BI Bicara tentang Pendidikan di Sekolah Almamater SMAN 3 Solo

Perry mengajak agar semua alumni berperan aktif mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah almamater mereka.


Gubernur BI: Kami Belum Perlu Menaikkan Suku Bunga

49 hari lalu

Gubernur BI: Kami Belum Perlu Menaikkan Suku Bunga

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI belum perlu untuk menaikkan suku bunga saat ini.


Gubernur BI: Tekanan Inflasi Tertahan Sejalan Kebijakan Subsidi Energi

49 hari lalu

Gubernur BI: Tekanan Inflasi Tertahan Sejalan Kebijakan Subsidi Energi

Perry Warjiyo mengatakan inflasi pada Juli 2022 mencapai 4,94 persen melebihi dari batas atas sasaran 3 persen +/- 1 persen.


Gubernur BI: Pengendalian Inflasi Pangan Seperti Menegakkan Kemerdekaan

57 hari lalu

Gubernur BI: Pengendalian Inflasi Pangan Seperti Menegakkan Kemerdekaan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pengendalian inflasi sangat penting seperti pahlawan menegakkan kemerdekaan Indonesia.


Eks Pejabat BI Ini Didapuk jadi Komisaris Utama OVO Gantikan Mirza Adityaswara

7 Agustus 2022

Eks Pejabat BI Ini Didapuk jadi Komisaris Utama OVO Gantikan Mirza Adityaswara

Eks pejabat Bank Indonesia (BI), Dyah NK Makhijani, didapuk menjadi komisaris utama PT Visionet International (Ovo).


Erick Thohir Puji BNI karena Cetak Laba Terbaik Sepanjang Sejarah

31 Juli 2022

Erick Thohir Puji BNI karena Cetak Laba Terbaik Sepanjang Sejarah

Erick Thohir mengapresiasi kinerja PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) karena berhasil mencetak laba terbaik sepanjang sejarah.


Gubernur BI Beberkan Dilema yang Seluruh Bank Sentral di Dunia, Apa Saja?

17 Juli 2022

Gubernur BI Beberkan Dilema yang Seluruh Bank Sentral di Dunia, Apa Saja?

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan saat ini seluruh bank sentral di dunia tengah menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Apa saja?