Jokowi Akan Ajak Delegasi IMF Blusukan ke Pasar Mayestik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berjabat tangan Direktur Operasional IMF, Christine Lagarde di Istana Merdeka, Jakarta, 1 September 2015. Pertemuan Jokowi dan Christine Lagarde sore tadi tidak ada kaitannya dengan tawaran pinjaman baru kepada Indonesia.Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo berjabat tangan Direktur Operasional IMF, Christine Lagarde di Istana Merdeka, Jakarta, 1 September 2015. Pertemuan Jokowi dan Christine Lagarde sore tadi tidak ada kaitannya dengan tawaran pinjaman baru kepada Indonesia.Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan delegasinya menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membahas sejumlah hal penting. Rombongan yang dipimpin Lagarde diterima Presiden Jokowi pada sekitar pukul 10.00 WIB di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 26 Februari 2018.

    Bersama Lagarde, turut serta Director Asia Pacific Department, IMF, Changyong Rhee; Director Communication Department, IMF, Gerard Thomas Rice; dan Secretary of the IMF Jianhai Lin. Selain itu, Senior Resident Representative for Indonesia John G. Nelmes dan Division Chief for Indonesia, Asia Pacific Department, IMF, Luis E. Breuer.

    Baca: Nonton Dilan 1990, Jokowi: Bisa Jadi Inspirasi Indusri Kreatif

    Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

    Presiden Jokowi rencananya mengajak delegasi IMF tersebut blusukan ke pasar tradisional di Jakarta, di antaranya Pasar Mayestik. 

    Sejatinya hal ini bukan sesuatu yang baru bagi Presiden Jokowi. Sebab, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, dia juga pernah mengajak tamu-tamunya blusukan ke pasar-pasar tradisional. Hal ini dilakukan di antaranya karena Jokowi ingin menunjukkan kepada tamu pentingnya terkait dengan upaya dan keseriusan pemerintah menata dan mengelola pasar sekaligus memperhatikan sektor riil di level terbawah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.