Kaesang Pangarep Sebut 2 Bisnisnya Pernah Bangkrut

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep. Tempo/Ahmad Rafiq

    Kaesang Pangarep. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, baru saja membuka toko pertamanya yang menjual dua merek kaus yang diproduksinya. Selain berbisnis pakaian, dia mengelola usaha kuliner dan aplikasi.

    Usaha baru yang dibuka itu, kata Kaesang, merupakan toko yang menjual kaus dengan merek Sang Javas dan Truz. Sebelumnya, kaus itu dijual secara online. "Permintaannya cukup tinggi hingga luar negeri," ucapnya saat pembukaan perdana tokonya yang berada di Manahan, Ahad, malam, 25 Februari 2018.

    Baca: Bisnis Kaesang Pangarep dari Pisang, Kaus sampai Aplikasi Makanan

    Tapi tak banyak yang mengetahui bahwa bisnis Kaesang tak selamanya mulus dalam perjalanannya. Kaesang menuturkan tidak semua usahanya berhasil. "Pernah ada dua usaha yang bangkrut," ujarnya. Dua usaha itu adalah bisnis clothing line dan aplikasi permainan.

    Sayangnya, ia tak menjelaskan lebih jauh penyebab dua usahanya tersebut bangkrut. Yang pasti, publik tahu lebih banyak bisnisnya yang semakin menggurita.

    Bisnis terbarunya adalah gerai pisang goreng nugget Sang Pisang. Sang Pisang akan membuka gerai di Palembang pada 28 Februari 2018. Cabang kedelapan ini dibuka bekerja sama dengan pengusaha Palembang, Wawi Santoso.

    Kaesang, 23 tahun, yang ngetop karena vlog dan unggahannya di media sosial, adalah lulusan Singapore Institute of Management University. Anak pertama Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, 30 tahun, lebih dulu terjun di bisnis kuliner dengan mendirikan usaha katering Chili Pari. Produknya yang ngetop adalah martabak dengan merek Markobar. Kaesang juga sering kali ikut mempromosikan martabak sang kakak di akun media sosialnya.

    Lebih jauh, Kaesang mengaku mengumpulkan modal untuk membuka beberapa usahanya itu. Modal itu didapatkannya dari usaha sendiri, bukan dari pemberian keluarganya. "Modalnya 100 persen dari YouTube," katanya. 

    Seperti diketahui, Kaesang Pangarep memang sering membuat video yang diunggah ke situs YouTube dan ditonton ribuan hingga jutaan pengunjung. Dari penayangan video tersebut, ia memperoleh penghasilan melalui iklan. "Selain itu, dari endorser produk," ucapnya. Penghasilan itu dikumpulkan untuk membuka beberapa usahanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?