32 Proyek Konstruksi Layang Akan Dievaluasi Mulai Hari Ini

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pier head tiang Tol Becakayu yang ambruk, 22 Februari 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Pier head tiang Tol Becakayu yang ambruk, 22 Februari 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Keselamatan Konstruksi (KKK) akan mengevaluasi 32 dari 36 proyek konstruksi layang (elevated) mulai hari ini hingga besok.

    Adapun empat proyek lain sudah terlebih dulu dievaluasi pada akhir pekan lalu dengan hasil satu proyek, yakni Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR), bisa dilanjutkan, sedangkan tiga proyek keputusannya akan disampaikan pada hari ini.

    “Jadi Senin (hari ini) sudah akan ada hasilnya itu untuk 3-4 proyek yang saat ini ada dalam daftar yang dihentikan sementara,” kata anggota Komisi Keselamatan Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, Ahad, 25 Februari 2018.

    Baca juga: Buntut Insiden Tol Becakayu, Moratorium Diminta Tak Terlalu Lama

    Tiga proyek yang tengah dievaluasi akhir oleh komite adalah proyek light rail transit (LRT) Velodrome-Kelapa Gading yang dikerjakan PT Wijaya Karya Tbk, LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi yang dikerjakan PT Adhi Karya Tbk, dan Jalan Tol Pemalang-Batang yang dikerjakan PT Pemalang Batang Toll Road.

    Pada Selasa, 20 Februari 2018, pemerintah memutuskan menghentikan sementara pengerjaan konstruksi layang sebagai tindak lanjut dari kecelakaan konstruksi pada proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).

    Kemudian, pada Kamis, 22 Februari 2018, secara resmi pemerintah menetapkan penghentian sementara pembangunan 32 proyek jalan tol dan empat proyek perkeretaapian. Proyek-proyek tersebut baru bisa dilanjutkan kembali setelah melalui serangkaian evaluasi.

    Apabila badan usaha yang bersangkutan saat evaluasi dinilai sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan KKK, pembangunan konstruksi layang bisa langsung kembali dimulai. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.