Begini Alasan Liliyana Natsir Pilih Berbisnis Selepas Pensiun

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PBSI Wiranto (kanan) mengalungkan karangan bunga kepada juara dunia bulu tangkis ganda campuran Liliyana Natsir (kedua kanan) setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 29 Agustus 2017. Owi setelah menaklukan unggulan pertama asal Cina. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Ketua Umum PBSI Wiranto (kanan) mengalungkan karangan bunga kepada juara dunia bulu tangkis ganda campuran Liliyana Natsir (kedua kanan) setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 29 Agustus 2017. Owi setelah menaklukan unggulan pertama asal Cina. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis spesialis ganda campuran, Liliyana Natsir, akan fokus berbisnis selepas pensiun dari dunia bulu tangkis, yang membesarkan namanya baik nasional maupun internasional. Atlet perempuan berusia 33 tahun tersebut mengatakan akan terjun ke bisnis kesehatan (pijat refleksi) dan properti.

    Sementara mantan pebulu tangkis lain memilih tidak lepas dari olahraga tepuk bulu angsa, seperti menjadi pelatih atau pemilik gedung olahraga bulu tangkis, Liliyana menyebut tidak berpikiran untuk kedua alternatif tersebut.

    "Kalau jadi pelatih, saya belum tentu mampu meskipun dibilang orang saya pemain hebat, tapi ngelatih itu beda. Sementara untuk GOR, saya lihat agak kurang menjanjikan untuk balik modal cepat. Oleh karena itu, saya pilih properti ini sebagai tabungan masa depan saya," ucapnya.

    Baca: Liliyana Natsir Fokus Berbisnis Selepas Pensiun, Bisnis Apa?

    Selain itu, Liliyana kini tengah menjajaki pembangunan proyeknya yang keempat dengan lokasi yang tidak jauh dari proyek pertama hingga ketiga dengan konsumen sasaran masyarakat menengah.

    "Kalau tanah sudah deal, saya mau berjalan proyek keempat, maunya harganya di kisaran Rp 375 juta hingga Rp 400 juta," katanya.

    Ia melanjutkan, "Saya inginnya di situ memang karena kan masyarakat akan lebih mudah mengambil kredit perumahan rakyat (KPR)." Namun, meskipun harganya di bawah proyek-proyek sebelumnya, dia inginnya pekerjaan rapi, bertanggung jawab, dan sesuai dengan spesifikasi karena membawa namanya.

    "Saya juga inginnya terlibat dalam desainnya. Namun belum mampu, Mas. Mudah-mudahan terealisasi nanti," kata Liliyana Natsir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.