Liliyana Natsir Fokus Berbisnis Selepas Pensiun, Bisnis Apa?

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda campuran asal Indonesia Liliyana Natsir menyapa pendukungnya usai bertanding melawan pasangan Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva dalam babak semifinal Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan, Jakarta, 27 Januari 2018. Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menang dengan skor dua gim langsung 22-20 dan 21-17. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ganda campuran asal Indonesia Liliyana Natsir menyapa pendukungnya usai bertanding melawan pasangan Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva dalam babak semifinal Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan, Jakarta, 27 Januari 2018. Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menang dengan skor dua gim langsung 22-20 dan 21-17. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Pebulu tangkis spesialis ganda campuran Liliyana Natsir akan fokus berbisnis selepas pensiun dari dunia bulu tangkis yang membesarkan namanya baik nasional maupun internasional tersebut.

    "Awal tahun depan, setelah melewati Asian Games juga, saya berencana pensiun, karena sudah 33 tahun 'kan dan selepas itu mungkin fokus bisnis," kata Liliyana saat ditemui di Green Pramuka City, Jakarta, Minggu, 25 Februari 2018.

    Baca: Para Atlet Ini Kaya karena Sponsor  

    Bisnis yang akan difokuskan oleh pemain sarat prestasi tersebut adalah bisnis properti dan refleksi yang telah dirintis olehnya selama beberapa tahun ke belakang. Adapun ia sudah membuka bisnis tersebut sejak 2016 di Gading Serpong, Tangerang, dengan label Nine Family Reflexology dan berencana membuka cabang di Mal Green Pramuka Square.

    "Pada dasarnya saya memang senang refleksi, dari dahulu jadi atlet 'kan sering dipijat. Jadi, saya tahu seperti apa pijatan yang enak dan membuat tubuh kita jadi segar," katanya.

    Oleh karena itu, dia terjun langsung dalam memilih terapis. Rencananya dia akan membuka lagi cabang di Green Pramuka."Sekarang saya lagi survei juga," ujar peraih emas Rio de Janeiro tersebut.

    Adapun untuk bisnis properti, dia memiliki minat setelah berkonsultasi dengan paman dan teman-temannya yang sudah berbisnis properti terlebih dahulu.

    Berbekal "sharing" pengalaman tersebut, Liliyana akhirnya terjun pada tahun 2014 dengan membangun cluster perumahan seharga berkisar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta sebanyak dua kompleks kecil dengan jumlah satu kompleks berkisar 14 sampai 15 rumah dengan ukuran tipe 48 untuk tanah 80 meter persegi.

    "Dua kompleks tersebut ada di Bekasi, daerah Kranggan, satu namanya Bale Sampurna, satu lagi namanya Bale Jati Raden. Lokasinya di timur Jakarta karena harga tanah di sana masih murah dan daerahnya masih mudah diakses," ucap tandem main Tontowi Ahmad tersebut.

    Saat ini, Liliyana sendiri tengah membangun proyek propertinya yang ketiga dengan lokasi yang sama-sama di Kota Bekasi. Namun, dengan harga di atas proyek pertama dan kedua, yakni Rp 1 miliar.

    Proyek yang akan diberi nama Royal Hankam ini, menurut Liliyana, memiliki harga lumayan tinggi karena aksesnya lebih mudah dari proyek sebelumnya, dengan berjarak 2 kilometer dari akses tol. "Karena harganya tinggi, saat ini saya bangun rumah contoh dahulu agar pemesan bisa lebih yakin," ucap Liliyana Natsir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.