Dapat Dana Jumbo, Go-Jek Dorong Layanan Go-Food Dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Press conference Nadiem Makarim(tengah) dan Catherine Hindra(kanan) acara GO-FOOD Festival, Jakarta, 9 Januari 2017. Tempo/Anastasia Davies

    Press conference Nadiem Makarim(tengah) dan Catherine Hindra(kanan) acara GO-FOOD Festival, Jakarta, 9 Januari 2017. Tempo/Anastasia Davies

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mendapat injeksi dana dari sejumlah perusahaan besar di awal tahun ini, perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi online, Go-Jek, berkomitmen untuk mengutamakan alokasi dana ke empat layanan utama, salah satunya adalah Go-Food. "Kami akan identifikasi food court yang disukai dan mendorong UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) untuk membuka di wilayah sana," kata Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion Go-Jek, dalam konferensi pers di Ballroom Theater Djakarta, Jakarta Pusat, pada Jumat, 23 Februari 2018.

    Jadi, ke depannya, Go-Food akan memilih beberapa UMKM yang menjadi mitranya untuk memperluas cabangnya di lokasi berdasarkan analisa Go-Food. Bentuk kerjasamanya ialah pihak Go-Food memberikan rekomendasi wilayah dan menanggung biaya tempat, serta hasil keuntungannya akan dibagi, sebagian untuk Go-Food dan sebagian untuk UKMK yang terlibat. "Harapannya kita bisa membuka hingga 100 di tahun ini," kata Catherine.

    Baca: Astra Go-Jek Bahas Kerja Sama Bisnis Setelah Suntik Rp 2 Triliun

    Seperti diketahui Go-Jek mendapat injeksi dana dari sejumlah perusahaan besar di awal tahun ini, seperti Google yang menginvestasikan dana sekitar Rp 16 triliun, disusul PT Astra International Indonesia Tbk sebesar Rp 2 triliun, dan terakhir dari anak usaha Djarum Group melalui PT Global Digital Niaga (GDN) atau perusahaan e-commerce Blibli.

    Sebelumnya, Go-Food juga telah menyelenggarakan Go-Food Festival di Bogor dan Jakarta. Festival tersebut akan diselenggarakan di beberapa kota besar lainnya.

    Selain itu, Catherine juga menyampaikan bahwa akan dikembangkan yang disebut dengan Go-Resto. Go-Resto ini merupakan catatan data dari pihak mitra terkait jam berapa saja ramainya, historis penjualan, dan sebagainya. Ia juga berharap ke depannya akan ada data pada pukul berapa saja penguna aplikasi mencari sesuatu. Hal tersebut membantu penjual agar mengetahui pada pukul berapa konsumen menginginkannya.

    Berdasarkan data yang dimiliki Go-Food, Catherine mengatakan bahwa pengguna cenderung membeli makanan berat pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, di malam hari. Dengan data tersebut, Catherine akan mendorong agar penggunaan Go-Food bisa ditingkatkan untuk makan siang, seperti untuk para pegawai kantor, dan sebagainya.

    Catherine juga menyampaikan bahwa Go-Jek melalui Go-Food akan menggelar Malam Juara Go-Food pada malam ini, Jumat, 23 Februari 2018. Acara ini diharapkan akan menjadi acara yang secara rutin dilakukan setiap tahunnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.