OJK Beberkan Kedok Penipuan Arisan Umrah dan Motor

Petugas memperlihatkan paspor korban penipuan Biro Jasa Umroh Ustmaniyah Hannien Tour di Polres Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari 2018. Biro ini diduga melakukan penipuan kepada sejumlah calon jemaah haji di Solo. TEMPO/Bram Selo Agung

TEMPO.CO, Kediri – Kantor Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kediri menghentikan 150 entitas usaha yang terindikasi melanggar aturan. Entitas usaha itu di antaranya lembaga arisan umrah dan motor, yang dipastikan menipu masyarakat.

Kepala OJK Kediri Slamet Wibowo mengatakan penertiban dan penindakan usaha penggalangan selama 2017 telah menggulung 150 entitas. Ratusan lembaga itu dihentikan usahanya hingga memenuhi persyaratan perizinan yang ditetapkan pemerintah. “Kita tidak menoleransi upaya menghimpun uang dari masyarakat yang berkedok macam-macam,” kata Slamet kepada Tempo, Jumat, 23 Februari 2018.

Simak: OJK: Hati-hati Akan Penipuan Bermodus Pembebasan Utang

Dari sejumlah usaha tersebut, penipuan berkedok arisan umrah dan motor paling disorot. Sebab, modus ini paling banyak diminati masyarakat karena terkait dengan kebutuhan pokok, yakni transportasi dan ibadah. 

Hasil penelitian OJK menyebutkan biro penyelenggara arisan ini biasanya mematok keikutsertaan peserta dalam jumlah tertentu. PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS Group) contohnya. Biro penyelenggara umrah yang berada di Blitar itu mengumpulkan orang dalam jumlah tertentu untuk menghimpun uang. “Mereka menjanjikan keuntungan hingga 5 persen per bulan kepada nasabah,” ujar Slamet.

Untuk menarik korban, penggalangan dana ini dikemas dalam arisan umrah dan motor. Dengan asumsi mendapat nasabah sekian orang, mereka meminta potongan harga khusus kepada dealer motor atau biro perjalanan travel sebagai hadiah. Hadiah itulah yang kemudian diberikan kepada nasabah yang mendapatkan arisan.

Mereka berharap para peserta akan terus mengikuti arisan seterusnya sehingga dana yang dikumpulkan terus bergulir untuk mendapatkan bonus motor dan umrah. Faktanya, para nasabah ini tak lagi membayar arisan setelah mendapatkan fasilitas motor atau umrah yang dijanjikan. Inilah yang kemudian membuat usaha tersebut runtuh dan menimbulkan kerugian nasabah lain.

Kepala Sub-Bagian Pengawasan Bank OJK Kediri Mulyono meminta masyarakat tak mudah berinvestasi pada jenis usaha yang tak masuk akal, termasuk penawaran virtual/cryptocurrency, salah satunya Bitcoin yang tengah marak diperbincangkan. “Bitcoin ini bukan alat tukar yang bisa dipergunakan di Indonesia dan bukan merupakan investasi,” ucapnya.

OJK akan terus mengawasi pergerakan praktik-praktik investasi yang berpotensi memicu kerugian masyarakat. Jika hendak berinvestasi, mereka diminta berkonsultasi dengan lembaga perbankan atau meminta saran kepada petugas OJK.

Mulyono juga berharap keterbukaan sistem informasi keuangan saat ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Beralihnya sistem informasi debitur (SID) atau BI Checking menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang dikelola OJK, juga makin menjamin keamanan perbankan ke depan.

Saat ini, siapa pun bisa mengetahui riwayat catatan debitur dengan lengkap untuk mengetahui jejak rekam keuangan mereka. Keberadaan SLIK juga diharapkan mampu mengesampingkan agunan untuk membaca kredibilitas debitur. “Sehingga semua orang menjadi mudah mengakses layanan perbankan,” kata Mulyono.






Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko Ditangkap Polisi Karena Kasus Penipuan

1 hari lalu

Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko Ditangkap Polisi Karena Kasus Penipuan

Anggota DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko disebut menipu seseorang sehingga mengalami kerugian sejumlah Rp 150 juta.


Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

1 hari lalu

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

Pemilik toko online mengiming-imingi korban akan mendapat komisi 10 persen dari transaksi. Kini anak-anak itu dikejar penagih utang.


BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

2 hari lalu

BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Tujuan penerbitan ini oleh BI hingga OJK adalah mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah.


Wamen BUMN Prediksi Ekonomi Digital RI 2030 Terbesar di ASEAN, Nilainya Akan Capai Rp 4.531 T

3 hari lalu

Wamen BUMN Prediksi Ekonomi Digital RI 2030 Terbesar di ASEAN, Nilainya Akan Capai Rp 4.531 T

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo kembali menegaskan Indonesia diproyeksikan akan menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2030.


Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

4 hari lalu

Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

Bareskrim Mabes Polri sedang menyidik empat perkara robot trading yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar.


Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

4 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

Anies Baswedan mengharapkan kerja sama aktif Bank DKI dan Bank Maluku/ Maluku Utara dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua daerah.


Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

5 hari lalu

Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

Bank DKI menjalin kerja sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara melalui skema Kelompok Usaha Bank atau KUB.


Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

5 hari lalu

Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

Pengacara berinisial NR (46) yang terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan disebut tak kooperatif dalam menjalani proses hukum.


Unggah Foto Terduga Pelaku Penipuan, Jessica Iskandar: Kamu di Mana Sekarang?

5 hari lalu

Unggah Foto Terduga Pelaku Penipuan, Jessica Iskandar: Kamu di Mana Sekarang?

Jessica Iskandar mengajukan berbagai pertanyaan untuk mantan rekan bisnisnya dan memberikan sindiran mengenai mobilnya yang raib.


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

7 hari lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.