Video Viral Sanca, PT KAI: Penumpang Dilarang Bawa Binatang

Video berdurasi 56 detik yang menunjukkan ular sanca yang merambat mulai dari bawah kursi salah satu gerbong Kertajaya Pagi jurusan Surabaya Pasar Turi-Jakarta Pasar Senen pada Rabu lalu, 21 Februari 2018, mendadak viral. Twitter/@Hedwigus

TEMPO.CO, Jakarta - Video temuan ular sanca di kereta ekonomi Kertajaya Pagi rute Surabaya Pasar Turi-Jakarta Pasar Senen, yang mendadak viral sejak Rabu lalu, membuat PT KAI merasa perlu menegaskan kembali tentang barang bawaan penumpang kereta. Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Agus Komarudin menyebutkan ketentuan dan persyaratan untuk membawa barang melalui bagasi dalam gerbong kereta sudah sampaikan secara jelas dan tertulis kepada calon penumpang, bahkan sebelum pemesanan tiket.

Aturan itu, kata Agus, bisa dibaca ketika penumpang memesan tiket melalui website KAI, KAI Access, maupun di belakang formulir pemesanan di loket stasiun. "Aturan mengenai barang bawaan yang dilarang dibawa ke atas kereta penumpang telah disampaikan melalui tayangan TV di dalam kereta, stiker-stiker di pintu masuk, dan bordes kereta,” kata Agus, Jumat, 23 Februari 2018.

Baca: Video Viral Ular Sanca di Kereta Kertajaya, Begini Respons KAI

Pernyataan Agus merespons video penampakan seekor ular sanca yang tersebar viral melalui sejumlah media sosial. Video berdurasi 56 detik yang diunggah oleh seorang penumpang itu menunjukkan ular tersebut merambat dari bawah kursi, lalu bergerak ke atas tempat duduk penumpang dan menjalar ke dinding kereta api yang tengah bergerak.

Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa sesuai ketentuan PT KAI, sedikitnya ada tujuh barang yang dilarang dibawa di bagasi dalam gerbong penumpang. Tujuh barang itu meliputi binatang, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Serta senjata api, senjata tajam, dan semua barang-barang yang mudah terbakar atau meledak.

Selain itu, barang yang dilarang dibawa di bagasi dalam gerbong penumpang adalah semua barang-barang berbau busuk, amis, atau karena sifatnya dapat mengganggu atau merusak kesehatan serta mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. Selain itu, barang-barang yang menurut pertimbangan petugas boarding atau pemeriksa bagasi karena keadaan dan besarnya tidak pantas diangkut sebagai bagasi, juga barang yang dilarang dimasukkan ke gerbong penumpang oleh peraturan perundang-undangan.

Untuk mengantisipasi agar kejadian di video viral tidak terulang, kata Agus, PT KAI akan lebih intensif dalam melakukan pengawasan barang-barang yang dibawa melalui bagasi kereta oleh penumpang. Selain itu, jika ada penumpang yang masih tetap ingin membawa binatang dengan kereta api, pihaknya telah menyediakan gerbong khusus secara terpisah. “Perlu kami informasikan, bahwa angkutan binatang peliharaan bisa dilayani melalui ekspeditur yang akan ditempatkan pada kereta khusus gerbong bagasi, terpisah dari kereta penumpang,” kata Agus.






Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

1 hari lalu

Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Budi Noviantoro menceritakan saat ini ada ribuan kereta yang umurnya terlampau tua atau uzur


Tidak Perlu Lagi Pakai KTP, PT KAI Uji Coba Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung

2 hari lalu

Tidak Perlu Lagi Pakai KTP, PT KAI Uji Coba Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung

PT KAI melakukan uji coba face recognition boarding gate untuk memudahkan dan memangkas antrean penumpang.


KAI Siapkan Duit Rp 20 Miliar untuk Pasang Solar Panel di 40 Stasiun

6 hari lalu

KAI Siapkan Duit Rp 20 Miliar untuk Pasang Solar Panel di 40 Stasiun

KAI meresmikan penggunaan pembangkit solar panel di Stasiun Gambir dengan daya 40,5 kWp dan gedung Jakarta Railway Center (JRC) dengan daya 40 kWp.


Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC, KAI Klaim Hemat Biaya Listrik 10 Persen

6 hari lalu

Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC, KAI Klaim Hemat Biaya Listrik 10 Persen

KAI menggelontorkan Rp 1 miliar untuk memasang solar panel di dua tempat.


KAI Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC

6 hari lalu

KAI Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC

Pemasangan solar panel itu merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-77 KAI


Saat Aroma Kopi dari Loko Coffee Pikat Pengunjung Malioboro

8 hari lalu

Saat Aroma Kopi dari Loko Coffee Pikat Pengunjung Malioboro

Loko Coffee Roastary itu saat ini sudah beroperasi penuh setelah sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.


Kerabat Sultan Deli Temui Yusril Ihza Mahendra Bahas Sengketa Tanah Kesultanan Deli Vs Pemerintah RI

8 hari lalu

Kerabat Sultan Deli Temui Yusril Ihza Mahendra Bahas Sengketa Tanah Kesultanan Deli Vs Pemerintah RI

Kerabat Sultan Deli akan berikan kuasa kepada Yusril Ihza Mahendra jika musyawarah sengketa Tanah Kesultanan Deli dengan Pemerintah RI tidak berhasil.


KAI Rilis Kereta Hype Trip untuk Penumpang Milenial, Apa Bedanya?

9 hari lalu

KAI Rilis Kereta Hype Trip untuk Penumpang Milenial, Apa Bedanya?

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan Hype Trip merupakan pilot project KAI yang diterapkan pada KA Taksaka.


Manjakan Kaum Milenial, KAI Luncurkan Kereta Api Hype Trip Taksaka

9 hari lalu

Manjakan Kaum Milenial, KAI Luncurkan Kereta Api Hype Trip Taksaka

Perjalanan kereta api dengan konsep Hype Trip ini merupakan bagian dari peningkatan layanan KAI dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-77 KAI.


Profil Said Abdullah, Ketua Banggar DPR yang Kedapatan Naik Jet Pribadi

11 hari lalu

Profil Said Abdullah, Ketua Banggar DPR yang Kedapatan Naik Jet Pribadi

Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, kembali menuai kritik publik setelah kedapatan naik jet pribadi usai memberikan usulan listrik 450 VA dihapus.