Ribuan Hektar Sawah dan Rumah Terancam di Bengkulu Banjir Bandang

Banjir bandang di Oku Selatan, 9 November 2017. Foto: Dok. Kapenrem 044/Gapo

TEMPO.CO, Bengkulu - Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Lebong, Zamhari mengatakan bencana banjir bandang mengerikan akan terus terjadi terhadap ribuan hektare sawah dan pemukiman masyarakat jika PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) tidak melaksanakan rekomendasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
"Dari hasil kajian, Kementerian ESDM telah rekomendasi beberapa hal untuk segera dilakukan PGE dan pemerintah terhadap bencana ini, namun hingga kini belum dilakukan secara maksimal sesuai rekomendasi," kata Zamhari, Jumat 23 Februari 2018.
 
 
Seperti diketahui hampir 2 tahun lebih banjir bandang terjadi di beberapa desa yang ada di Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong akibat aktifitas penggalian geothermal yang dilakukan PT PGE.
 
Banjir bandang yang membawa material tanah mengakibatkan Sungai Kotok mendangkal. Akibatnya air sungai melubernya air ke persawahan dan permukiman. Sebanyak 30 hektare sawah rusak total, puluhan rumah, tempat usaha rakyat rusak, dan  tercatat sebanyak 9 orang tewas akibat banjir bandang yang selalu terjadi selama 2 tahun terakhir.
 
Zamhari menjelaskan dalam rekomendasi tertanggal 10 Mei 2016 tersebut, antara lain, pertama, jika bandang susulan berpotensi akan terus terjadi sehingga jika ada hujan deras masyarakat dihimbau tidak berada disekitar kawasan.
 
Rekomendasi kedua melakukan normalisasi Sungai Kotok dan Air Karat dari hulu sampai ke hilir dengan cara mengeruk endapan lumpur banjir dan memperlebar aliran sungai agar lancar dan membuat tanggul-tanggul pengendalian aliran air sungai.
 
Ketiga, membuat sabo dam di lereng pada bagian atas dan tengah, membuat cekdam pada aliran Air Kotok dan Air Karat.
 
Keempat, membuat tanggul yang kuat dan tebal sesuai dengan aturan teknis di atas pengeboran geothermal.
 
Kelima, penanaman pohon berakar kuat di lereng dan bagian atas kawasan pengeboran. Keenam tidak membangun permukiman di lembah dan bantaran sungai.
 
Ketujuh, apabila terjadi hujan deras maka masyarakat di hilir sungai perlu diungsikan. Kedelapan rumah warga yang berada di kelokan sungai perlu direlokasi. Kesembilan tidak melakukan pemotongan lereng degan sudut lebih dari 40 persen dengan tinggi lebih dari 2,5 meter.
 
"Sejauh ini dari rekomendasi itu baru beberapa saja dilakukan, tapi tidak secara menyeluruh, seperti normalisasi air. PGE hanya lakukan normalisasi di hulu saja di hilir tidak," ungkapnya.
 
Zamhari menegaskan jika dalam rekomendasi itu tidak ada batasan waktu, namun pihaknya berharap dapat segera dilaksanakan sebelun lebih banyak lagi korban dan kerugian yang harus ditanggung masyarakat.
 
"Kami bisa saja memberikan sanksi ringan hingga berat salah satunya menghentikan operasi bila ditemukan pelanggaran," tegasnya kemudian.
 
Sementara itu Pimpro PT PGE, Hasan Basri membantah jika banjir bandang yang terjadi disebabkan oleh aktifitas penggalian perusahaan milik negara tersebut.
 
"Kawasan kami berada di luar kawasan yang kena banjir. Kami juga sebenarnya korban dari longsor," kilah Hasan.
 
 





Cuaca Ekstrem Jakarta hingga 8 Oktober 2022, BPBD: Waspada Banjir dan Angin Kencang

1 hari lalu

Cuaca Ekstrem Jakarta hingga 8 Oktober 2022, BPBD: Waspada Banjir dan Angin Kencang

BPBD DKI Jakarta menyiagakan layanan darurat 112 sebagai salah satu antisipasi potensi cuaca ekstrem yang terjadi hingga 8 Oktober 2022.


BPBD Kabupaten Bogor Tetapkan Status Siaga Bencana Hingga Akhir Tahun

2 hari lalu

BPBD Kabupaten Bogor Tetapkan Status Siaga Bencana Hingga Akhir Tahun

Hingga Agustus 2022, BPBD Kabupaten Bogor mencatat 524 bencana di wilayahnya.


Cegah Banjir di Musim Hujan, PUPR Perbaiki Infrastruktur untuk Mitigasi Bencana

3 hari lalu

Cegah Banjir di Musim Hujan, PUPR Perbaiki Infrastruktur untuk Mitigasi Bencana

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah memperbaiki sejumlah infrastruktur pengendali banjir untuk mitigasi bencana alam.


DKI Gerebek Lumpur Secara Maraton Hingga Akhir Tahun untuk Mencegah Banjir

4 hari lalu

DKI Gerebek Lumpur Secara Maraton Hingga Akhir Tahun untuk Mencegah Banjir

DKI melakukan gerebek lumpur di sejumlah kali di Jakarta. Di Long Storage Agro Wisata Cilangkap akan dilaksanakan hingga akhir tahun.


Anies Baswedan Andalkan Sumur Resapan, Sekda DKI Bilang Tak Signifikan Kurangi Banjir di Jakarta

5 hari lalu

Anies Baswedan Andalkan Sumur Resapan, Sekda DKI Bilang Tak Signifikan Kurangi Banjir di Jakarta

Sekda DKI Marullah Matali mengatakan sumur resapan tak signifikan mengurangi titik banjir di Jakarta. Padahal jadi andalan Anies Baswedan.


Pemkot Jakarta Timur Bangun 200 Sumur Resapan untuk Cegah Banjir

5 hari lalu

Pemkot Jakarta Timur Bangun 200 Sumur Resapan untuk Cegah Banjir

Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan membangun sebanyak 2 ribu sumur resapan di 10 kecamatan di daerah tersebut pada 2022.


Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

6 hari lalu

Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

Menko PMK Muhadjir Effendy yang ditugaskan Jokowi ke Pakistan mengatakan, tidak ada WNI yang menjadi korban banjir di negara itu.


Dua Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sisa Material Banjir di Garut

9 hari lalu

Dua Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sisa Material Banjir di Garut

Pemprov Jawa Barat menurunkan dua alat berat untuk mempercepat proses membersihkan material sisa banjir di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut


Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

9 hari lalu

Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

Asuransi membuat petani tidak merugi. Lahan yang diasuransi akan mendapatkan klaim saat terjadi gagal panen.


Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Bangun 55 Titik Sodetan

10 hari lalu

Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Bangun 55 Titik Sodetan

Sodetan atau crossing di berbagai lokasi ditargetkan rampung pada November mendatang.